Sidimpuanpos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) berhasil menekan angka stunting hingga 6,6 persen berkat kolaborasi program inovatif dan dukungan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara.
Capaian ini menempatkan Tapsel di peringkat kedua terendah se-Sumatera Utara.
Ketua DWP Provinsi Sumut, Ny. Dita Togap Simangunsong, menekankan bahwa stunting adalah masalah serius yang memengaruhi masa depan bangsa.
Baca Juga : KADIN Bersama Wali Kota dan Asperindo Bahas Inovasi dan Efisiensi Logistik UMKM
DWP berperan aktif mendukung program pemerintah melalui sosialisasi dan bantuan sosial.
“Kami ingin memperkuat peran DWP sebagai wadah istri ASN untuk mendukung program pemerintah, khususnya penurunan stunting,” ujar Ny. Dita.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapsel, H. Jafar Syahbuddin Ritonga, menjelaskan bahwa penurunan signifikan ini merupakan hasil dari berbagai program terobosan, seperti:
- Tok-tok Bagas: Program kunjungan kader ke rumah warga.
- Posyandu Serasa Pesta: Posyandu dengan suasana meriah dan menyenangkan.
- Program 1000 Kolam: Inisiatif untuk menyediakan sumber protein bagi anak-anak.
Sebelumnya, pada tahun 2022, Tapsel berada di posisi terburuk dalam penanganan stunting di Sumut. Namun, berkat kerja keras dan program inovatif, Tapsel kini berhasil menunjukkan hasil yang luar biasa.
“Dengan kerja sama lintas sektor, saya yakin Tapsel bisa menjadi daerah dengan angka stunting terendah di Sumut,” tegas Wakil Bupati.
Penasihat DWP Tapsel, Ny. Zakia Syahbudin Ritonga, juga menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah demi mewujudkan anak-anak Tapsel yang sehat dan cerdas.
Lihat Juga : Maulid Nabi di Padangsidimpuan, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Persaudaraan
Sebagai bentuk dukungan nyata, DWP Sumut menyalurkan bantuan sosial untuk penanganan stunting kepada 10 anak yang mewakili 10 kecamatan di Tapsel.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekretaris Daerah Tapsel dan jajaran pengurus DWP. (Adi)


