Sidimpuanpos.com – Prihatin atas bencana alam yang melanda Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Padangsidimpuan, sebagian Taput, dan Aceh Utara, pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Bonapasogit yang berkolaborasi dengan PT Agincourt Resources (PTAR) resmi ditunda.
UKW yang semula dijadwalkan 27–29 November di Convention Hotel Hineni, Tarutung, diubah menjadi 5–6 Desember 2025 di lokasi yang sama. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi darurat di sejumlah daerah.
Ketua Panitia UKW, Alfonso Situmorang, mengatakan perubahan jadwal dilakukan setelah koordinasi dengan PTAR selaku sponsor, Dewan Pers sebagai penguji, serta PWI Sumut.
Baca Juga : Banjir Bandang Tapteng, DLHK Sumut Soroti Izin Pengelolaan Hutan
“Jadwal UKW terpaksa kita undur, dengan mempertimbangkan kondisi terakhir dan mengutamakan keselamatan peserta, yang mayoritas berasal dari Tabagsel, sebagian Tapteng bahkan dari Aceh, serta para penguji,” ujar Ketua PWI Bonapasogit melalui rilis resmi, Rabu (26/11/2025).
Alfonso menyebut keputusan ini sudah dibahas bersama PTAR, Dewan Pers, PWI Pusat, dan PWI Sumut.
“Pihak PTAR juga mempertimbangkan situasi dan kondisi wilayah Tapsel, Padangsidimpuan, Tapteng dan Sibolga, sebahagian Taput dan Aceh Utara yang saat ini terdampak bencana alam,” tambahnya.
Tercatat 36 peserta dari Tabagsel, Sibolga/Tapteng, Taput, Humbahas, Toba, Samosir, Medan hingga Aceh telah mendaftar UKW tersebut.
Alfonso berharap perbaikan infrastruktur, khususnya akses jalan dari Tapsel dan Tapteng yang terdampak longsor, dapat segera dipercepat.
“Atas nama panitia, saya turut prihatin atas musibah bencana alam ini. Tuhan sedang menguji kita. Mari kita berdoa agar badai cepat berlalu dan kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.
Salah satu peserta UKW asal Tapsel, Azhar Hasibuan, menyatakan dukungannya atas keputusan tersebut.
Lihat Juga : PTAR Kerahkan ERT Bantu Korban Banjir dan Longsor di Tapsel
“Kami para peserta tentu berharap UKW berjalan sesuai jadwal, tetapi situasi bencana alam membuat keselamatan menjadi yang utama. Keputusan panitia dan pihak PTAR selaku sponsor sudah sangat tepat. Kondisi jalan dari daerah kami juga masih rawan, jadi penundaan ini memberi waktu agar akses pulih dan perjalanan lebih aman,” ujarnya.
Azhar berharap penundaan ini tidak mengganggu persiapan panitia maupun peserta.
“Kami jadikan waktu tambahan ini untuk lebih mematangkan materi dan semoga seluruh peserta tetap semangat dan situasi segera membaik,” tambahnya.(Ali)


