Rabu, Oktober 14, 2026

Kajian Ramadhan di Masjid Al-Abror Tekankan Spirit Al-Qur’an

Must Read

Sidimpuanpos.com – Pada hari kedua akhir pekan Ramadhan 1447 Hijriyah, suasana Masjid Al-Abror Kota Padangsidimpuan terasa berbeda. Cahaya matahari siang yang lembut menembus jendela masjid, menyatu dengan wajah-wajah jamaah yang tampak khusyuk menanti dimulainya kajian Ba’da Dzuhur, Minggu (22/02/2026).

Lantunan zikir perlahan mereda ketika tokoh ulama senior, Ustadz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, M.A., mengambil tempat di hadapan jamaah. Dengan suara tenang namun penuh penekanan, beliau mengajak hadirin menyelami makna tema yang diangkat hari itu, “Ramadhan Bulan Al-Qur’an.”

Di tengah keheningan, Ustadz Zulfan mengingatkan bahwa hubungan Ramadhan dan Al-Qur’an bukanlah sekadar catatan sejarah, melainkan ikatan spiritual yang hidup sepanjang zaman. Menurutnya di bulan Ramadhan, kita dapat memperoleh keberkahannya salah satunya dari kemuliaan Al-Qur’an yang mulai diturunkan pada bulan suci ini.

Baca Juga : Tragis di Jalan Dolok: Bocah 5 Tahun Meninggal Dunia di Tabrak Motor

“Jangan biarkan Al-Qur’an hanya menjadi pajangan di rak buku,” ujar beliau, menatap jamaah yang memenuhi ruangan. “Di bulan yang penuh berkah ini, kita harus membangun kembali interaksi kita dengan Al-Qur’an melalui membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Pesan itu disambut anggukan dan raut wajah reflektif para jamaah. Kajian siang itu terasa hidup, bukan hanya karena materi yang disampaikan, tetapi juga karena kedekatan tema dengan keseharian mereka.

Dalam ceramahnya, Ustadz Zulfan menekankan pentingnya kualitas dibandingkan kuantitas. Mengkhatamkan Al-Qur’an memang sangat dianjurkan, namun memahami makna ayat-ayatnya, menurut beliau, jauh lebih utama untuk membentuk perubahan perilaku.

Ia juga mengutip hadis tentang keutamaan puasa dan Al-Qur’an yang kelak akan memberi syafaat di hari kiamat. Kalimat tersebut menghadirkan nuansa haru, seolah mengingatkan jamaah akan tujuan hakiki ibadah yang mereka jalani.

Lihat Juga : Aduan Masyarakat Ditindaklanjuti, Polisi Pastikan Situasi Kondusif

Tak hanya itu, Al-Qur’an disebut sebagai penyembuh hati di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Di saat banyak orang diliputi kegelisahan, bacaan Al-Qur’an, kata beliau, dapat menjadi penenang yang meneduhkan jiwa.

Kajian yang berlangsung interaktif itu akhirnya ditutup dengan harapan sederhana namun mendalam. Ustadz Zulfan mengajak seluruh jamaah agar tidak berhenti sebagai “pembaca” Al-Qur’an di bulan Ramadhan semata, melainkan berproses menjadi insan qur’ani — pribadi yang akhlak dan perilakunya mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an, bahkan setelah Ramadhan berlalu.

Siang itu, jamaah meninggalkan masjid bukan hanya dengan langkah yang ringan, tetapi juga dengan tekad baru yang tumbuh diam-diam di dalam hati.(Dani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This