Rabu, Oktober 14, 2026

Ba’da Dzuhur di Masjid Al-Abror: Serukan Persatuan dalam Shaf

Must Read

Sidimpuanpos.com – Senin siang (23/02/2026), sinar matahari Ramadhan jatuh lembut di pelataran Masjid Raya Al-Abror, Kota Padangsidimpuan. Jarum jam baru saja melewati waktu Dzuhur ketika jamaah mulai memenuhi ruang utama masjid, sebagian masih mengenakan pakaian kerja, sebagian lainnya duduk tenang menanti kajian rutin yang telah menjadi denyut spiritual harian mereka.

Hari itu, suasana sempat diwarnai perubahan tak terduga. Nama Ustadz Dr. H. Sufrin Efendi Lubis, Lc., M.A., yang sebelumnya dijadwalkan mengisi ceramah Ba’da Dzuhur, mendadak berhalangan hadir karena urusan yang tidak dapat ditinggalkan. Namun, kekosongan itu segera terisi oleh sosok yang tak asing bagi jamaah: Imam Besar Masjid Raya Al-Abror, Ustadz H. Asrul Anwar Dalimunthe, S.Pd.I., Al-Hafidz.

Tanpa hiruk-pikuk, kajian tetap berlangsung. Dengan gaya tutur yang tenang dan menyejukkan, Ustadz Asrul Anwar mengangkat tema “Keutamaan Shalat Berjamaah.” Suaranya mengalun mantap, mengisi ruangan yang hening oleh perhatian jamaah.

Baca Juga : Kajian Ramadhan di Masjid Al-Abror Tekankan Spirit Al-Qur’an

“Shalat berjamaah bukan hanya soal mengejar pahala 27 derajat,” tutur beliau, menatap barisan hadirin. “Lebih dari itu, ia adalah bentuk ketaatan kolektif dan cara Allah SWT menyatukan hati-hati hamba-Nya dalam satu shaf yang lurus.”

Kalimat demi kalimat mengalir sederhana namun mengena. Di bulan Ramadhan yang sarat makna, shalat berjamaah digambarkan bukan sekadar ritual, melainkan latihan kedisiplinan dan kebersamaan. Jamaah diajak merenungi bagaimana setiap panggilan adzan bukan hanya mengingatkan waktu, tetapi juga mengundang persatuan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Asrul menekankan pentingnya kedisiplinan waktu, di mana shalat berjamaah melatih seorang Muslim untuk tunduk pada komando imam. Setiap langkah menuju masjid, lanjutnya, bukanlah langkah biasa, melainkan catatan amal yang mengangkat derajat dan menggugurkan dosa.

Tak hanya dimensi ibadah, beliau juga menyoroti makna sosial masjid. Di tempat itu, berbagai latar belakang melebur tanpa sekat. Pegawai, pedagang, pelajar, hingga tokoh masyarakat duduk sejajar, dipersatukan oleh tujuan yang sama.

Lihat Juga : Tragis di Jalan Dolok: Bocah 5 Tahun Meninggal Dunia di Tabrak Motor

Pergantian penceramah yang terjadi di saat-saat terakhir tak mengurangi semangat jamaah. Ruang utama masjid tetap dipadati, memperlihatkan betapa Ramadhan menghadirkan daya tarik spiritual tersendiri. Kajian Ba’da Dzuhur pun seolah menjadi jeda yang menenangkan di tengah kesibukan hari kerja.

Menjelang akhir acara, doa singkat dipanjatkan. Harapan akan keberkahan Ramadhan mengalun khusyuk, mengiringi jamaah yang perlahan meninggalkan masjid — kembali ke rutinitas, namun dengan hati yang terasa lebih lapang.(Dani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This