Sidimpuanpos.com – Gudang penyimpanan LPG 3 Kg milik PT Putra Paluta Jaya yang berada di Jalan Lintas Gunungtua-Langga Payung, Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), dilaporkan sudah tidak beroperasi selama kurang lebih dua tahun terakhir.
Kondisi ini berdampak pada kelangkaan dan kenaikan harga LPG di tingkat masyarakat. Gudang penyimpanan LPG 3 Kg tidak lagi beroperasi sehingga distribusi gas elpiji terganggu, Berlokasi di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara.
Sudah sekitar dua tahun terakhir tidak beroperasi, dengan kondisi yang masih berlanjut hingga saat ini, Gudang tersebut diketahui milik PT Putra Paluta Jaya, yang merupakan agen/penyalur LPG 3 Kg di wilayah Paluta.
Baca Juga : Pasokan Pertalite Terbatas, Antrean Mengular di SPBU Sibuhuan
Belum diketahui secara pasti penyebab tidak beroperasinya gudang tersebut. Namun, muncul dugaan adanya indikasi penyelewengan distribusi LPG, seperti pengoplosan, penyaluran ke luar daerah, hingga distribusi yang tidak tepat sasaran.
Sejak gudang tidak aktif, masyarakat kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg. Harga di tingkat pengecer pun melonjak hingga Rp25.000-Rp27.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp19.500 per tabung untuk wilayah Halongonan.

Kondisi gudang penyimpanan LPG 3 Kg di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara tampak tidak terawat dan sudah lama tidak beroperasi, dengan area sekitar dipenuhi semak belukar
Salah seorang warga sekitar, Makruf (28), mengaku merasakan langsung dampaknya. “Sudah sekitar dua tahun tidak ada aktivitas di gudang itu. Dulu waktu masih beroperasi, LPG mudah didapat dan harganya terjangkau. Sekarang susah dan mahal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Erwin (27), yang menilai kondisi ini sangat memberatkan masyarakat kecil. “Kalau terus seperti ini, kami sebagai masyarakat jadi kesulitan. Harusnya distribusi bisa diawasi lebih ketat,” katanya.
Lihat Juga : Kasat Intelkam Pimpin Apel Pagi, Tekankan Kedisiplinan dan Zero Pelanggaran
Sementara itu, Risma (41) berharap ada tindakan dari pihak terkait untuk menstabilkan harga dan ketersediaan LPG. “Kami berharap pemerintah bisa turun tangan, supaya LPG kembali mudah didapat dan harganya sesuai ketentuan,” tuturnya.
Meski gudang tersebut tidak beroperasi, diketahui PT Putra Paluta Jaya masih memiliki kuota dan aktif sebagai agen penyalur LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara. Kondisi ini pun menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait distribusi yang berjalan saat ini.(fazry)


