Selasa, Oktober 13, 2026

Pemprov Sumut Percepat Perbaikan Infrastruktur Sungai Pascabencana

Must Read

Sidimpuanpos.com – Sejumlah kawasan di Sumatera Utara yang porak-poranda dihantam bencana kini berangsur mendapat perhatian serius. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat memperbaiki infrastruktur sumber daya air yang rusak, sebuah langkah yang diharapkan mampu menahan sedimen, mencegah banjir susulan, dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

“Kita berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana di beberapa lokasi di Sumut,” ungkap Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut, Gibson Panjaitan, dalam konferensi pers yang berlangsung di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (26/8/2026).

Salah satu titik yang menjadi prioritas penanganan adalah Sungai Aek Sigala-gala di Tapanuli Tengah. Perbaikan digarap menyeluruh, mulai dari kawasan hulu hingga hilir, demi menekan risiko banjir dan dampak material sedimen yang terbawa arus.

Di bagian hulu, BBWS Sumatera membangun Sabo Dam guna menahan material sedimen sekaligus mencegah banjir susulan menerjang kembali.

Baca Juga : RRI-SMSI Bahas Strategi Jurnalis Hadapi Disinformasi

“Untuk kawasan hilir Dinas SDA Sumut melakukan penguatan tebing di beberapa titik banjir. Progresnya sudah teken kontrak dan alat berat juga sudah di lapangan. Minggu ini sudah beroperasi agar perbaikan infrastruktur banjir yang rusak bisa cepat selesai,” jelas Gibson.

Sepanjang 2026, Dinas SDA Sumut tercatat menjalankan 16 kegiatan pascabencana. Sembilan di antaranya telah memasuki tahap kontrak, sementara tujuh sisanya masih berproses lelang. Proyek-proyek ini tersebar di enam wilayah terdampak, yakni Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Batubara, dan Mandailing Natal.

Khusus untuk Tapanuli Tengah, sejumlah perbaikan dibiayai dari Dana Transfer ke Daerah (TKD). Di antaranya perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan senilai Rp25 miliar, rehabilitasi saluran Daerah Irigasi Badiri Lopian Rp1,5 miliar, rehabilitasi saluran Daerah Irigasi Mombang Boru Rp18 miliar, dan perkuatan tebing Sungai Aek Badiri Rp30 miliar.

Anggaran juga digelontorkan untuk rehabilitasi tanggul Sungai Aek Sibundong Rp30 miliar, perbaikan tanggul Sungai Aek Pintu Bosi Rp23 miliar, rehabilitasi tanggul Sungai Aek Siaili Tukka Rp20 miliar, serta perkuatan tebing Sungai Aek Sibuluan yang mencapai Rp50 miliar.

Lihat Juga : Kasus Korupsi Pasar Panyabungan Mandek, Kejari Madina Disorot

Di luar upaya pemulihan pascabencana, Dinas SDA Sumut turut merancang perluasan jaringan irigasi sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas pertanian daerah.

Gibson mengungkapkan, dari total potensi lahan irigasi permukaan dan rawa di Sumatera Utara yang mencapai sekitar 113.000 hektare, baru sekitar 36.000 hektare yang berstatus produktif saat ini.

“Tahun ini kami akan menangani 20 daerah irigasi untuk menambah lahan pertanian produktif di Sumut seluas 5.050 hektare. Pengerjaan ini kita harapkan dapat selesai hingga Desember 2026, sehingga tahun depan lahan pertanian produktif bisa bertambah dari 36 ribu hektare menjadi 41 ribu hektare,” pungkas Gibson.(Ali)

Sumber : Diskominfosumut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

173 Warga Simarpinggan Dapat Pengobatan Gratis, Agincourt Resources Hadirkan Tiga Dokter Spesialis

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 173 warga Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This