Sidimpuanpos.com – Masyarakat menyambut baik pelaksanaan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Dusun Adian Paten, Desa Siuhom, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Rabu (26/9/2026).
Kegiatan sosial yang merupakan hasil kerja sama PT Agincourt Resources (PTAR) dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapsel tersebut dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah dengan akses dan kondisi medan yang cukup sulit untuk menuju fasilitas pelayanan kesehatan.
Salah seorang warga, Lukman Sitorus (44), mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis yang dilaksanakan di wilayah tersebut.
Warga Dusun Tangga Batu itu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Ia mengatakan pemeriksaan dilakukan terkait keluhan yang dialaminya dan menurut pengakuannya berkaitan dengan kurang darah.
Baca Juga: Pemko Padangsidimpuan Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026 ke DPRD
Selama ini, Lukman mendapatkan pengobatan dengan mengandalkan pelayanan dari Puskesmas. Namun, jarak serta kondisi medan menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi masyarakat ketika hendak memperoleh pelayanan kesehatan.
“Kegiatan ini sangat positif dan patut diapresiasi. Mudah-mudahan kegiatannya terus berlanjut,” ujar Lukman saat menyampaikan tanggapannya mengenai program tersebut.
Ia berharap layanan kesehatan gratis seperti ini dapat dilakukan secara rutin. Menurutnya, masih terdapat sejumlah dusun yang tergolong terisolir dan memiliki akses terbatas karena kondisi medan yang cukup sulit.
“Kalau bisa kegiatan pengobatan gratis ini maunya dilaksanakan sekali satu bulan kalau bisa,” katanya.
Hal senada disampaikan Raya boru Tumanggor, warga Desa Siuhom. Ia mengatakan kehadiran pengobatan gratis sangat dibutuhkan masyarakat, terutama warga yang tempat tinggalnya cukup jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
“Pengobatan gratis ini sangat mendukung dan cocok. Di sini banyak masyarakat yang membutuhkan. Banyak masyarakat yang jauh-jauh, jalan kaki dari perkampungan ke sini,” ujar Raya.
Raya sendiri menggunakan layanan tersebut untuk memeriksakan keluhan kesehatan yang berkaitan dengan asam urat dan asam lambung.
Ia juga berharap pelayanan kesehatan gratis tersebut dapat kembali dilaksanakan pada waktu mendatang.
“Mudah-mudahan di kemudian hari masih ada untuk kelanjutannya,” katanya.
Sementara itu, Manager Community Development Agincourt Resources, Rohani Simbolon, menjelaskan bahwa kegiatan pengobatan gratis tersebut merupakan bentuk kerja sama PTAR selaku pengelola Tambang Emas Martabe dengan Dinas Kesehatan serta Puskesmas setempat.
Menurut Rohani, layanan yang diberikan berupa pengobatan dan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi masyarakat Desa Siuhom dan wilayah sekitarnya.
Ia menyebutkan, program tersebut menjadi salah satu kegiatan yang menyasar masyarakat di wilayah yang relatif jauh atau masuk kategori remote area dari pusat pelayanan kesehatan masyarakat.
Lihat Juga: Dies Natalis ke-5 Segera Digelar, GMKI Asahan Bersilaturahmi dengan Bupati
“Ini adalah salah satu program kerja sama kita dengan Dinas Kesehatan dan juga Puskesmas setempat,” ujarnya.
Rohani menambahkan, pelaksanaan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis ini juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama bagi warga yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pada pelaksanaan kali ini, masyarakat yang menjadi sasaran pelayanan berasal dari Dusun Adian Paten, Dusun Tangga Batu, Dusun Aek Martolu dan Dusun Tapalan.
Wilayah tersebut dipilih karena sebagian masyarakat masih menghadapi kendala jarak maupun kondisi medan ketika hendak mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah yang cukup jauh dari pusat pelayanan kesehatan,” ujar Rohani.
Ia menjelaskan, pada awalnya kegiatan tersebut menargetkan sebanyak 150 pasien. Meski demikian, angka tersebut tidak menjadi batas maksimal pelayanan. Masyarakat yang datang lebih dari jumlah target tetap akan diupayakan mendapatkan pelayanan dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas.
“Target normal kita 150 pasien. Tetapi kami tetap terbuka apabila ada masyarakat yang datang lebih dari target, karena kita bekerja sama dengan Puskesmas dan ada dokter Puskesmas yang ikut memberikan pelayanan,” katanya.
Tidak hanya pemeriksaan kesehatan umum, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah dokter spesialis. Di antaranya dokter spesialis anak, spesialis kandungan dan spesialis penyakit dalam.
Kehadiran para dokter spesialis tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan yang dalam kondisi tertentu sebelumnya mungkin mengharuskan mereka menempuh perjalanan lebih jauh menuju fasilitas kesehatan rujukan.
Rohani juga menjelaskan bahwa pasien yang berdasarkan hasil pemeriksaan membutuhkan penanganan lebih lanjut akan mendapatkan rujukan sesuai dengan rekomendasi dokter.
Sementara itu, data pelayanan setiap pasien akan dicatat melalui Puskesmas sehingga dapat menjadi bahan tindak lanjut sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing.
“Harapan kami tentu kegiatan seperti ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan membantu mendekatkan akses pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapsel, dr. Sri Khairunnisa, mengatakan bahwa masyarakat Desa Siuhom dan daerah sekitarnya sebenarnya sudah memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan dasar.
Di wilayah tersebut telah tersedia Bidan Desa dan Puskesmas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Namun demikian, kondisi medan yang cukup sulit masih menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat dalam menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.
Oleh sebab itu, kehadiran layanan kesehatan yang dilaksanakan langsung hingga ke wilayah desa dinilai dapat membantu masyarakat, khususnya warga yang mengalami kendala dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
“Di sini ada bidan desa terdekat, kemudian Puskesmas juga dekat di sini. Ini aksesnya ada di sini. Cuma medannya cukup menantang,” ujar dr. Sri.
Ia menegaskan bahwa kerja sama PTAR dalam bidang pelayanan kesehatan gratis tersebut bukan semata-mata karena adanya jenis penyakit tertentu yang ditemukan di wilayah Siuhom. Program tersebut lebih diarahkan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat.
Bagi pasien yang berdasarkan hasil pemeriksaan membutuhkan penanganan lebih lanjut, rujukan dapat dilakukan melalui Puskesmas menuju RSUD Sipirok. Rujukan tersebut diberikan sesuai hasil pemeriksaan dan rekomendasi dokter spesialis.
Mengenai pola penyakit yang umum ditemukan di masyarakat, dr. Sri mengatakan bahwa penyakit saluran pernapasan termasuk salah satu penyakit yang cukup umum dijumpai di wilayah Tapsel.
Meski demikian, berdasarkan rekapan dari Puskesmas ketika kegiatan berlangsung, belum ditemukan adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang bermakna.
Walaupun belum terdapat peningkatan kasus ISPA yang berarti, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat sebagai langkah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menyusul kondisi perubahan cuaca yang ekstrem.
“Kami berharap kemitraan antara pemerintah dan PTAR dalam mendekatkan pelayanan kesehatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di Tapsel,” pungkasnya. (Wan)


