Selasa, Oktober 13, 2026

MUI Padangsidimpuan Ingatkan Calon Da’i: Jangan Jadikan Uang Ukuran Berdakwah, Utamakan Keteladanan dan Perubahan Umat

Must Read

Sidimpuanpos.com, Padangsidimpuan – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan Ustadz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, MA mengingatkan calon Da’i dan Da’iyah agar meluruskan niat dalam berdakwah serta tidak menjadikan materi atau uang sebagai ukuran utama dalam menjalankan tugas dakwah.

Hal itu disampaikan Ustadz Zulfan saat memberikan pembekalan kepada calon Da’i dan Da’iyah Kota Padangsidimpuan Tahun 2026 di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan dakwah tidak dapat hanya dilihat dari seberapa sering seorang Da’i menyampaikan ceramah. Lebih dari itu, dakwah harus mampu dipahami, menyentuh hati dan mendorong umat untuk melakukan perubahan dalam sikap maupun perilaku.

“Ada yang patut dipertanyakan, jika dakwah yang dilakukan tidak mampu mengubah sikap atau perilaku umat,” ujar Zulfan.

Pembekalan atau Pelatihan Da’i dan Da’iyah yang digelar Komisi Dakwah MUI Padangsidimpuan tersebut berlangsung selama dua hari, 3-4 Oktober 2026, dengan tema “Optimalisasi Media Digital sebagai Sarana Syiar Islam di Masa Kini”.

Baca Juga: HUT ke-81 TNI, Bupati Labusel Fery Sahputra Tegaskan Sinergi TNI-Polri dan Pemda Jaga Kondusivitas Daerah

Kegiatan itu diikuti siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan santri pondok pesantren se-Kota Padangsidimpuan.

Zulfan menjelaskan, dakwah yang efektif antara lain ditandai dengan materi ceramah yang mudah dipahami, menimbulkan kesenangan, mampu memengaruhi sikap mad’u, mempererat hubungan serta mendorong umat menjadi lebih baik.

Sebaliknya, dakwah dapat kehilangan daya jika hanya berhenti pada suara dan kata-kata. Terlebih jika seorang penceramah menjadikan imbalan materi sebagai alasan utama untuk memenuhi undangan berdakwah.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya puluhan tahun lalu ketika seorang warga dari daerah pelosok datang mengundang seorang ustadz untuk mengisi peringatan Maulid Nabi. Namun, sebelum membicarakan materi dakwah, sang ustadz terlebih dahulu menanyakan besaran transportasi yang disiapkan.

“Uang perlu, tapi jangan karena uang baru berdakwah. Kalau saat itu saya tidak ada jadwal, sudah menawarkan diri untuk mengisi ceramah itu,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak mengingkari janji untuk mengisi pengajian atau kegiatan dakwah lainnya hanya karena mendapatkan tawaran dengan bayaran yang lebih besar.

“Persoalan dakwah bukan hanya terletak pada materi, tetapi juga pada pribadi pendakwah. Jangan sampai apa yang disampaikan berbeda dengan perilaku kita,” pesannya.

Selain persoalan keteladanan, menurut Zulfan, dakwah juga dapat kurang efektif karena metode yang monoton, persiapan ilmu yang minim, penguasaan materi yang lemah serta penggunaan bahasa yang kasar dan tidak santun.

Karena itu, ia mendorong para calon Da’i untuk terus belajar dan memperbanyak membaca. Zulfan bahkan mengaku setelah menjadi Da’i dirinya justru lebih banyak membaca dan membeli buku dibanding ketika masih menjadi mahasiswa.

Terkait penggunaan humor dalam dakwah, ia menyebut hal tersebut diperbolehkan selama tetap relevan dan tidak menghilangkan substansi pesan agama.

“Jangan sampai humor itu mengandung pandangan negatif,” tegasnya.

Dakwah Harus Berujung Perubahan

Zulfan menekankan, dakwah yang efektif membutuhkan niat yang baik, pengenalan terhadap audiens, mau’idzah hasanah, hikmah dan kelembutan, pemanfaatan media digital, keteladanan serta tawakal kepada Allah.

Namun, seluruh ikhtiar tersebut tetap tidak menjamin keberhasilan tanpa hidayah dan ridha Allah.

“Apapun dakwah kita, tanpa hidayah dan ridha Allah tidak akan berhasil. Karena itu, sertakan Allah dalam setiap kegiatan atau usaha, selalu berdoa dan bertawakal kepada Allah. Serahkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Ia mengajak calon Da’i tidak hanya mempelajari cara berbicara di hadapan jamaah, tetapi juga belajar menjadi contoh bagi umat. Sebab, dakwah bukan sekadar membuat orang mendengar, melainkan membuat orang mengerti, tersentuh dan mau berubah.

Lhat Juga: Rayakan HUT ke-81 TNI, Polres Padangsidimpuan Beri Kejutan ke Yonif 123/Rajawali dan Kodim 0212/TS

Untuk perubahan karakter masyarakat, khususnya generasi Z, Zulfan menilai pendekatan yang digunakan idealnya dialogis, tidak dogmatis, berbasis keteladanan serta memanfaatkan media sosial.

“Bicara dengan mereka sesuai dengan tingkat pemahaman mereka,” katanya.

Menurutnya, seorang Da’i juga harus mampu mengenali siapa audiensnya, apa kebutuhannya serta media yang paling efektif digunakan. Faktor eksternal seperti lingkungan, budaya, materialisme, sekularisme dan gaya hidup juga perlu dipahami agar pesan agama tetap relevan.

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah MUI Padangsidimpuan, Drs. H. Syahid Muammar Pulungan, SH dalam paparannya menyampaikan bahwa efektivitas dakwah dipengaruhi berbagai hal, termasuk sasaran dakwah berdasarkan usia, tingkat pendidikan umat Islam dan karakteristik masyarakat.

Merujuk data BPS, ia menyebut penduduk Padangsidimpuan mayoritas muslim dan aktivitas dakwah tergolong tinggi. Namun, penyakit masyarakat juga masih tergolong tinggi.

“Untuk itulah dilakukan FGD ini dalam rangka mencari solusi efektivitas dakwah,” tuturnya.

Uji Kemampuan Calon Da’i

Pada hari kedua pelaksanaan pelatihan, Ketua MUI Padangsidimpuan Ustadz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, MA bersama Ketua Komisi Dakwah MUI Padangsidimpuan Drs. H. Syahid Muammar Pulungan, SH menguji kemampuan para calon Da’i dan Da’iyah setelah mendapatkan pembekalan.

Masing-masing utusan dari MAN dan pondok pesantren diberikan kesempatan tampil di podium untuk menyampaikan ceramah singkat.

Materi yang disampaikan peserta antara lain manfaat dan dampak media sosial, kepemimpinan serta perilaku umat.

Dari hasil penilaian, Ustadz Zulfan Efendi dan Ustadz Syahid Muammar menilai para calon Da’i masih perlu mendapatkan penguatan, terutama dalam ketangkasan berbicara, penguasaan dan pendalaman materi serta kesiapan mental.(galeh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

173 Warga Simarpinggan Dapat Pengobatan Gratis, Agincourt Resources Hadirkan Tiga Dokter Spesialis

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 173 warga Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This