Rabu, Oktober 14, 2026

Gus Irawan Dorong Swasembada Ikan, Penuhi Kebutuhan 1.500 Ton per Tahun

Must Read

Sidimpuanpos.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terus mendorong peningkatan produksi perikanan guna mencukupi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat yang mencapai sekitar 1.500 ton per tahun.

Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa angka tersebut menandakan pentingnya sektor perikanan sebagai penopang ketahanan pangan dan sumber gizi masyarakat.

“Kebutuhan ikan kita besar. Ini jadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat produksi ikan lokal,” ujar Gus Irawan saat menabur bibit ikan di kolam Pokdakan Berkah, Desa Sitampa Simatoras, Kecamatan Batang Angkola, Kamis (12/6/2025).

Baca Juga : Polres Tapsel Pererat Hubungan Masyarakat Lewat Bakti Sosial Bhayangkara

Sebagai langkah nyata, Pemkab Tapsel tengah merealisasikan program pembangunan 1.000 kolam ikan di berbagai kecamatan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi, membuka lapangan kerja, serta mendukung petani dan nelayan kecil.

“Jika kolam-kolam ini produktif, kita bukan hanya bisa mencukupi kebutuhan konsumsi sendiri, tapi juga bisa mengekspor ke daerah tetangga,” tambahnya.

Menurut Gus Irawan, bersama Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, program 1.000 kolam merupakan bagian dari janji kampanye yang kini mulai diwujudkan. Tujuannya agar Tapsel mampu swasembada ikan dan bersaing dengan daerah lain di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Program ini juga mendukung visi nasional Presiden Prabowo Subianto tentang ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Lebih lanjut, Gus Irawan mengungkapkan bahwa gagasan program ini muncul karena keprihatinan akan minimnya pasokan ikan lokal, yang selama ini masih bergantung dari daerah luar, seperti Panti Pasaman, Sumatera Barat.

Berdasarkan data Dinas Perikanan, konsumsi ikan masyarakat Tapsel pada 2024 mencapai 15.000 ton. Namun, produksi lokal baru mencapai sekitar 7.500 ton—hanya separuh dari kebutuhan.

“Makanya kita pikirkan cara supaya produksi ikan bisa ditingkatkan lewat kolam baru maupun mengoptimalkan kolam yang tidak lagi produktif. Kita juga dorong pemanfaatan lubuk larangan sebagai kearifan lokal yang bernilai ekonomis dan ekologis,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga menggandeng dinas terkait untuk memberikan pelatihan budidaya ikan air tawar serta menyalurkan bantuan bibit dan pakan berkualitas.

Awalnya, Dinas Perikanan Tapsel tidak memiliki anggaran untuk pencetakan kolam baru maupun optimalisasi kolam yang sudah ada. Namun, berkat Instruksi Presiden (Inpres) No.1 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran dan diperkuat kebijakan recofusing dari Kementerian Keuangan, Pemkab Tapsel melakukan revisi terhadap Peraturan Bupati (Perbup) untuk mendukung program ini.

“Setelah Perbup diubah, kami langsung mulai cetak kolam dan optimalkan kolam-kolam yang tidak produktif. Program ini akan berkesinambungan sampai Tapsel benar-benar swasembada ikan,” katanya.

Dalam konteks 100 hari kerja, Gus Irawan memastikan program 1.000 kolam tetap berjalan. Hingga kini, target penciptaan dan optimalisasi 100 kolam dan lubuk larangan berhasil tercapai.

Bupati juga mengapresiasi masyarakat yang masih menjaga tradisi lubuk larangan, karena turut menjaga ekosistem sungai serta menunjang produksi ikan lokal.

“Dengan semangat swasembada pangan lokal, kami yakin kebutuhan ikan 1.500 ton per tahun bisa dipenuhi tanpa terlalu bergantung dari luar,” ujar Gus Irawan.

Ia juga menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk aktif memantau kegiatan budidaya ikan dan menjaga efektivitas program melalui monitoring dan evaluasi berkala.

“Pastikan semua berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tapsel, Abdul Basith Dalimunthe, mendukung penuh program swasembada ikan yang dijalankan Bupati dan Wakil Bupati. Ia menilai langkah ini sejalan dengan prioritas nasional.

“Program ini strategis dan saya yakin masyarakat sangat mendukung. Swasembada ikan Tapsel pasti bisa tercapai,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Lihat Juga : Kepulangan Jemaah Haji Kloter I Disambut Hangat di Padangsidimpuan

Kepala Dinas Perikanan Tapsel, Saiful AP Nasution, melaporkan bahwa bantuan bibit dan pakan ikan telah disalurkan dalam tiga kegiatan utama:

  1. Di Pokdakan Berkah, Desa Sitampa Simatoras: 3.000 ekor ikan mas dan 270 kg pakan.
  2. Di Lubuk Larangan Pokmaswas Anak Yatim, Desa Janji Manaon: 3.750 ekor ikan nila, 3.750 ekor gurami, dan 3.750 ekor baung.
  3. Di Lubuk Larangan Pokwasmas Satahi, Desa Pargumbangan: 3.600 ekor ikan tawes, 1.800 ekor jurung, dan 2.400 ekor baung.

Penyerahan bantuan ini turut disaksikan Camat Batang Angkola Halimatussa’diyah, Plt Camat Angkola Muaratais Johannes AP, Danramil Kapten Inf. M. Siagian, serta Kapolsek Pintu Padang AKP Tri Hardjanto.

Dengan program ini, Pemkab Tapsel berharap produksi ikan lokal terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.(Adi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Syamsul Lubis Ajak Sekolah Budayakan Siaga Bencana, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

Sidimpuanpos.com, PADANGSIDIMPUAN – Kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan pendidikan perlu dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Sekolah tidak hanya menjadi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This