Sidimpuanpos.com – Isu terhentinya pasokan bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padangsidimpuan, Rabu (11/3/2026). Meski demikian, tarif angkutan kota (angkot) di beberapa trayek masih terpantau normal.
Berdasarkan pantauan di sejumlah trayek utama, para sopir angkot belum menaikkan tarif meskipun harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan BBM.
Saat ini, tarif angkot trayek Sadabuan berkisar antara Rp2.000 hingga Rp3.000. Sementara untuk trayek Batunadua masih bertahan di angka Rp5.000, dan trayek Padang Matinggi sebesar Rp4.000.
Baca Juga : Harga Cabai Merah di Padangsidimpuan Turun Rp22 Ribu per Kg
Salah seorang sopir angkot trayek Sadabuan mengatakan, para pengemudi belum berencana menaikkan tarif meskipun situasi antrean BBM cukup panjang.
“Memang tadi sempat ramai isu BBM kosong, makanya semua orang berebut antre. Tapi kalau untuk ongkos, kami belum ada niat menaikkan. Kasihan warga kalau tiba-tiba naik, nanti malah makin sepi penumpang,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang warga yang ditemui di kawasan Pasar. Ia mengaku sempat khawatir tarif angkutan akan naik akibat isu kelangkaan BBM.
Lihat Juga : Bangkit dari Bencana 2025, Pemkab Tapsel Tingkatkan Produktivitas Padi
“Tadi sempat takut ongkos jadi mahal gara-gara BBM susah didapat, tapi ternyata abang angkotnya masih minta tarif biasa. Semoga pasokan BBM cepat normal lagi supaya tidak makin macet antreannya,” katanya.
Hingga saat ini, sejumlah SPBU di Kota Padangsidimpuan masih dipadati kendaraan yang mengantre untuk mengisi BBM, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Namun, tarif angkutan yang masih stabil diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat di tengah situasi tersebut.(Dani)


