Sidimpuanpos.com – Memasuki hari keenam pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah, Selasa (24/02/2026), Masjid Raya Al-Abror Kota Padangsidimpuan kembali menyelenggarakan kajian rutin Ba’da Dzuhur.
Pada kesempatan kali ini hadir sebagai penceramah, Ustadz H. Ahmad Siddiq Nasution, Lc., M.A.
Dalam tausiyahnya yang mendalam, Ustadz Ahmad Siddiq mengangkat tema yang sangat relevan dengan interaksi sosial sehari-hari, yakni “Menjaga Lisan.”
Baca Juga : Berburu Takjil di Masjid Al-Abror, Arus Lalu Lintas Tersendat
Beliau mengingatkan jamaah bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang pengendalian diri dalam berucap.
Di hadapan jamaah yang menyimak dengan saksama, lulusan Timur Tengah ini memaparkan bahwa lisan laksana pisau bermata dua; ia bisa membawa seseorang ke surga, namun bisa pula menjerumuskannya ke dalam api neraka jika tidak dijaga.
”Banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Mengapa? Karena lisannya masih digunakan untuk ghibah, fitnah, dan berkata dusta. Menjaga lisan adalah benteng agar pahala puasa kita tidak gugur sia-sia,” tegas Ustadz Ahmad Siddiq.
Beberapa poin esensial yang disampaikan dalam ceramah tersebut meliputi:
- Diam adalah Emas: Jika tidak bisa berkata baik, maka diam adalah pilihan terbaik bagi seorang mukmin yang sedang berpuasa.
- Bahaya Ghibah dan Adu Domba: Ustadz mengingatkan agar jamaah waspada terhadap percakapan yang menjurus pada pergunjingan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
- Lisan yang Basah dengan Zikir: Sebagai gantinya, beliau mengajak jamaah untuk senantiasa membasahi lidah dengan zikir, istighfar, dan membaca Al-Qur’an.
Lihat Juga : Polsek Padang Bolak Intensifkan Razia Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan
Ceramah yang berlangsung selama 30 menit ini ditutup dengan ajakan refleksi diri. Ustadz Ahmad Siddiq berharap melalui momentum Ramadhan 1447 H ini, masyarakat Kota Padangsidimpuan dapat bertransformasi menjadi pribadi yang lebih bijak dalam bertutur kata, sehingga tercipta suasana kemasyarakatan yang harmonis dan penuh keberkahan.
Suasana masjid tampak tenang dan tertib hingga akhir acara, di mana para jamaah kemudian melanjutkan aktivitas mereka masing-masing dengan semangat ibadah yang baru.(Dani)


