Sidimpuanpos.com – Harapan ribuan penyintas bencana di Pulau Sumatera untuk kembali memiliki rumah yang layak mendapat angin segar.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mengusulkan kenaikan bantuan stimulan rumah rusak berat dari Rp60 juta menjadi Rp80 juta per unit.
Usulan tersebut bertujuan agar hunian yang dibangun tidak hanya menggantikan rumah yang hilang, tetapi juga lebih aman, nyaman, dan layak ditempati. Bantuan akan difokuskan untuk pembangunan rumah tetap (huntap) melalui skema in-situ di lokasi semula dan ex-situ mandiri di lokasi yang lebih aman dari ancaman bencana.
Baca Juga : PRSU ke-50 Dibuka: Saatnya Ferry Buktikan Kepercayaan Bobby Nasution
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, usulan kenaikan nilai bantuan didasarkan pada meningkatnya harga material bangunan serta kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hunian bagi para penyintas.
Tambahan dana Rp20 juta per unit akan digunakan untuk penyempurnaan bangunan, seperti pemasangan keramik di seluruh ruangan dan kamar mandi, plafon, plester dinding yang lebih halus, serta penambahan teras agar rumah lebih nyaman dihuni.
Saat ini, BNPB tengah mempercepat pembangunan sekitar 16.000 unit huntap di tiga provinsi terdampak. Hingga kini, sekitar 14.500 usulan dari pemerintah daerah telah diterima dan sekitar 800 unit rumah telah memasuki tahap pembangunan.
Lihat Juga : PRSU ke-50 Dibuka: Saatnya Ferry Buktikan Kepercayaan Bobby Nasution
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mendukung penuh usulan tersebut. Menurutnya, pembangunan huntap yang tersebar di banyak lokasi membutuhkan mekanisme yang lebih fleksibel. Karena itu, Satgas mengusulkan penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) BNPB agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
Usulan kenaikan bantuan tersebut telah mendapat kesepahaman di tingkat kementerian dan lembaga, dan kini menunggu keputusan Presiden.
Sumber : Satgas PRR


