Sidimpuanpos.com – Belum sehari warga selesai membersihkan rumah dari banjir sebelumnya, kawasan Pancing, Tembung, Helvet, hingga Payabakung kembali terendam pada Rabu pagi (3/12/2025).
Hujan sejak Selasa malam hingga Rabu pagi membuat air kembali naik dan memasuki permukiman.
Febri, warga Payabakung, mengatakan tinggi air mencapai sedengkul orang dewasa, membuat warga kelelahan karena harus mengulang pembersihan rumah.
Baca Juga : Persiapan UAS Dimatangkan di Padangsidimpuan
“Kami udah sempat bersih-bersih rumah, tapi banjir lagi. Jujur sangat jenuh. Banjir kali ini mulai sekitar setengah 8 pagi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa matahari belum tampak sehingga proses penyurutan air berlangsung lambat.
“Kalau untuk surut total kemungkinan besok. Hari ini belum bisa dikuras karena airnya masih tinggi,” katanya.
Meski banjir kali ini tidak sebesar sebelumnya, warga tetap membutuhkan bantuan mendesak, terutama makanan dan obat-obatan.
“Banyak warga yang masuk angin karena cuaca lembab dan kondisi rumah basah terus,” jelasnya.
Sebagian warga memilih bertahan di rumah karena ketinggian air masih rendah, namun tetap waspada mengingat cuaca mendung dan potensi hujan susulan. Febri juga menyebut banjir sebelumnya menelan korban jiwa.
“Kemarin ada yang meninggal satu orang di Payabakung. Di daerah tetangga Payabakung ada tiga orang korban. Tapi untuk banjir yang sekarang, sejauh ini masih aman,” terangnya.
Lihat Juga : Aktivitas Pasar Sipirok Belum Pulih Usai Banjir
Sejumlah fasilitas umum dan usaha warga turut terdampak.
“Tempat bensin dan warung-warung di sekitar sini banyak yang hancur. Banyak kendaraan juga mogok karena nekat menerobos air,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera turun melakukan pendataan serta memberikan bantuan lanjutan, terutama bagi rumah yang dua kali terendam dalam waktu berdekatan.
Dengan cuaca yang masih tidak menentu, warga terus bersiap menghadapi potensi banjir susulan sambil menunggu kondisi kembali normal. (SW)


