Rabu, Oktober 14, 2026

Bupati Tapsel: Santri Harus Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya

Must Read

Sidimpuanpos.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu memimpin upacara Hari Santri Nasional (HSN) ke-10 Tahun 2025 di Lapangan Parade, Kantor Bupati Tapsel, Sipirok, Kamis (22/10/2025).

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, serta ribuan santri dari berbagai daerah di Tapsel.

Membacakan amanat Menteri Agama RI H. Nasaruddin Umar, Bupati menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat semangat kebangsaan, keislaman, dan keindonesiaan yang diwariskan para ulama.

Baca Juga : MBG Jadi Penopang Ekonomi Baru Tapanuli Selatan

“Hari Santri adalah wujud cinta dan kebanggaan kita terhadap pesantren yang telah menjadi benteng moral dan spiritual bangsa. Santri harus terus menjadi pelopor perdamaian dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa,” ujar Gus Irawan.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya 67 santri Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, serta mengapresiasi langkah cepat Kementerian Agama RI yang turun langsung membantu korban.

Bupati menjelaskan, Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari pada 1945 yang menyerukan umat Islam mempertahankan kemerdekaan.

“Dari semangat Resolusi Jihad itulah santri, pemuda, dan seluruh elemen bangsa bersatu mempertahankan kemerdekaan dengan keberanian luar biasa. Kini, semangat itu harus terus hidup untuk mengawal Indonesia menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan pro-rakyat yang memberi dampak positif bagi pesantren.

“Semoga Bapak Presiden senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa menuju Indonesia yang damai, adil, dan berkeadaban,” ujarnya.

Lihat Juga : Satpol PP Gencarkan Pendataan Izin Usaha di Padangsidimpuan

Menurut Gus Irawan, santri masa kini harus adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Santri harus berilmu, berakhlak, dan berdaya. Karena masa depan Indonesia akan ditulis melalui tangan para santri,” pungkasnya. (Adi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Syamsul Lubis Ajak Sekolah Budayakan Siaga Bencana, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

Sidimpuanpos.com, PADANGSIDIMPUAN – Kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan pendidikan perlu dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Sekolah tidak hanya menjadi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This