Sidimpuanpos.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sejak Rabu malam hingga Kamis pagi (8/1/2026) menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Genangan air dilaporkan meluas hingga ke permukiman warga dan mengganggu akses jalan utama.
Banjir dengan dampak terparah terjadi di Desa Bani, Kecamatan Belitang III, serta wilayah Kecamatan Belitang. Di kawasan tersebut, air merendam rumah warga dan menghambat aktivitas transportasi, dengan ketinggian air yang bervariasi.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Nusa Jaya. Banjir membuat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat lumpuh total karena genangan air menutupi jalan dan area permukiman. Warga tidak dapat beraktivitas seperti biasa sejak air mulai naik.
Baca Juga : Data Pusdalops PB: Korban Tewas Bencana Sumut Naik Jadi 374
Selain permukiman, banjir juga mengancam ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Semendawai Timur. Luapan air diduga dipicu oleh jebolnya tanggul di beberapa titik, sehingga air masuk dan merendam area persawahan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur, Ahmad Fauzi, mengatakan pihaknya bersama unsur TNI dan Polri telah bersiaga di sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan dan langkah antisipasi.
“Kami terus melakukan monitoring debit air, terutama di aliran Sungai Macak dan Sungai Komering, serta menyiapkan langkah evakuasi apabila kondisi memburuk,” ujarnya.
Sementara itu, seorang warga Desa Nusa Jaya berinisial S mengungkapkan banjir menyebabkan aktivitas masyarakat terhenti.
Lihat Juga : Kapolres Madina Kini Dijabat AKBP Bagus Priandy
“Sejak air naik, warga tidak bisa berjualan atau bekerja. Jalan terendam, sawah juga terancam. Kami berharap air segera surut dan ada bantuan dari pemerintah,” katanya.
Pemerintah daerah mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah OKU Timur masih masih tergolong tinggi.(Fazry)
Sumber: Beritaterkini untuk rakyat Indonesia


