Sidimpuanpos.com – Aroma cokelat khas Tapanuli Selatan mengundang rasa penasaran para pengunjung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Di Paviliun Tapanuli Selatan, Martabe Cokelat tampil sebagai salah satu produk unggulan UMKM binaan PT Agincourt Resources yang berhasil mencuri perhatian sejak hari-hari pertama pameran.
Cokelat batangan premium ini merupakan hasil olahan biji kakao yang dibudidayakan petani di Kecamatan Sayur Matinggi. Setelah dipanen, kakao diproses di Rumah Cokelat Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, hingga menjadi produk siap konsumsi dengan cita rasa khas.
Senior Supervisor Small Medium Enterprise (SME) Development PT Agincourt Resources, Nurlaila, menjelaskan bahwa Martabe Cokelat melalui proses pengembangan selama tiga hingga empat bulan bersama tenaga ahli sebelum resmi diluncurkan sekitar dua bulan lalu.
Baca Juga : BAZNAS Tapsel Bangkitkan Usaha Warga Terdampak Bencana
“Kami memulai uji coba produksi pada akhir 2025. Setelah melalui pendampingan dan penyempurnaan formula, produk ini akhirnya siap dipasarkan,” ujarnya saat ditemui di arena PRSU.
Kini, Martabe Cokelat tidak hanya tersedia di Bagasi Toru, pusat oleh-oleh binaan tambang di Batang Toru, tetapi juga telah dipasarkan di Padangsidimpuan, Sipirok, Sibolga, lima gerai di Bandara Internasional Kualanamu, serta outlet Bolu Napoleon di Medan.
Dibanderol Rp25 ribu untuk kemasan 70 gram, produk ini mendapat sambutan positif. Dari 400 batang cokelat yang dibawa ke PRSU 2026, sekitar separuh telah terjual hanya dalam sepekan, dengan rata-rata penjualan mencapai 20 batang per hari. Pengunjung juga mendapat bonus camilan tradisional untuk setiap pembelian dua batang cokelat.
Saat ini Martabe Cokelat baru menghadirkan varian milk chocolate dengan masa simpan hingga 10 bulan, atau satu tahun jika disimpan di lemari pendingin. Menjawab tingginya minat terhadap produk yang lebih sehat, PT Agincourt Resources tengah menyiapkan varian dark chocolate dengan kandungan kakao 50, 70, hingga 80 persen yang dijadwalkan meluncur dalam satu hingga dua bulan mendatang.
Lihat Juga : Pemprov Sumut Targetkan 7,3 Juta Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Selain memperkenalkan Martabe Cokelat, PT Agincourt Resources juga menampilkan beragam produk kreatif UMKM binaan lainnya, seperti Batik Tapanuli Selatan, kerajinan berbahan ulos, kain ecoprint ramah lingkungan, serta komunitas jasa kreatif yang mewadahi talenta lokal, mulai dari make up artist hingga fotografer.
Menurut Nurlaila, seluruh program pemberdayaan tersebut merupakan investasi jangka panjang agar masyarakat memiliki usaha yang mandiri dan berkelanjutan. “Tambang tidak selamanya beroperasi. Karena itu, kami ingin masyarakat Tapanuli Selatan memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan mampu berkembang secara mandiri di masa depan,” tutupnya.(Galeh)


