Selasa, Oktober 13, 2026

Gus Irawan Dorong Pengembangan Kopi Sipirok

Must Read

Sidimpuanpos.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu melakukan kunjungan ke sejumlah desa di Kecamatan Sipirok, Sabtu (5/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Bupati untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus melihat kondisi pembangunan serta potensi ekonomi yang ada di desa.

Dalam kunjungan itu, Gus Irawan turut didampingi Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, Sekretaris Daerah Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, anggota DPRD Tapsel dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Ada tiga lokasi yang dikunjungi rombongan, yakni Desa Dolok Sordang, Desa Dolok Sordang Julu Dusun Janji Lobi, serta Desa Pahae Aek Sagala Dusun Sigiring-giring Lombang.

Baca Juga: Truk Diduga Angkat BBM Solar Ilegal Kecelakaan di Madina, Tiga Terluka

Kedatangan rombongan pemerintah daerah mendapat sambutan dari masyarakat dan perangkat desa di tiga desa serta dua dusun tersebut.

Dalam dialog bersama warga, kepala desa dan kelompok tani menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian. Di antaranya kondisi infrastruktur jalan, irigasi, serta pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.

Di Desa Dolok Sordang, masyarakat menyampaikan kondisi jalan yang menjadi salah satu akses penting untuk aktivitas sehari-hari dan mendukung pengangkutan hasil pertanian.

Persoalan lainnya adalah kondisi irigasi yang belum berjalan optimal. Meskipun sumber air untuk lahan pertanian masih tersedia, beberapa saluran mengalami kerusakan sehingga pendistribusian air menjadi terganggu, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gus Irawan mengatakan kunjungannya juga dimanfaatkan untuk melihat secara langsung sejumlah ruas jalan yang sudah maupun sedang masuk dalam program pembangunan infrastruktur tahun 2026.

Namun, ia mengakui keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas.

Menurut Gus Irawan, keberadaan irigasi sangat penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“ Tetap kami perhatikan, namun karena kemampuan keuangan kita juga sangat terbatas, pembangunan kita lakukan secara bertahap, ” ujar Gus Irawan.

Ia menjelaskan, proses pembangunan daerah juga masih menghadapi tantangan akibat kebutuhan pemulihan pascabencana yang melanda Tapsel pada 25 November 2025.

Untuk mengembalikan kondisi daerah seperti sebelum bencana, kebutuhan penanganannya diperkirakan mencapai lebih dari Rp2,7 triliun.

Gus Irawan menyebut proses pemulihan tersebut membutuhkan dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten.

Terkait kondisi irigasi, ia meminta OPD terkait turun langsung melakukan peninjauan dan mengkaji kemungkinan optimalisasi saluran yang ada.

Selain infrastruktur, dalam pertemuan dengan masyarakat Gus Irawan juga menaruh perhatian pada upaya meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Salah satu pola yang disarankan adalah tumpang sari tanaman kopi dengan jagung.

Ia menjelaskan, tanaman kopi membutuhkan waktu cukup panjang sebelum menghasilkan, sedangkan jagung dapat dipanen dalam waktu sekitar empat bulan.

Lihat Juga: Bupati Tapsel Turun ke Desa, Serap Aspirasi Warga dan Kembangkan Kopi serta Jagung

Dengan pola tumpang sari tersebut, petani tetap dapat memperoleh hasil dari lahan sambil menunggu tanaman kopi memasuki masa produktif.

“ Kalau ada tanaman jagung, sekitar empat bulan sudah ada hasilnya, sehingga lahan bisa lebih produktif, ” katanya.

Bupati juga meminta Dinas Pertanian Tapsel bersama kelompok tani untuk mengkaji penerapan pola tersebut di sejumlah lokasi.

“ Beberapa tempat akan kita buat pola seperti itu. Intinya, harapannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” ujarnya.

Selanjutnya, di Desa Dolok Sordang Julu, Dusun Janji Lobi, rombongan melihat langsung program pengembangan kopi yang akan dijalankan oleh kelompok tani setempat.

Dalam program tersebut, pemerintah memberikan bantuan sebanyak 15.000 bibit kopi Arabika untuk lahan seluas sekitar 15 hektare. Jumlah tersebut dialokasikan sekitar 1.000 bibit untuk setiap hektare lahan.

Bibit kopi itu diperuntukkan bagi lahan yang memenuhi persyaratan teknis, salah satunya berada pada ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Tidak hanya bibit, kelompok tani juga mendapatkan dukungan biaya Hari Orang Kerja (HOK) untuk membantu proses persiapan lahan dan penanaman.

Gus Irawan meminta kelompok tani menggunakan bantuan tersebut dengan baik serta memastikan tanaman mendapat perawatan secara serius.

“ Tidak hanya dibantu bibit, tetapi juga ada dukungan biaya kerja. Tujuannya supaya tanaman ini lebih terjamin keberhasilannya, ” katanya.

Pengembangan kopi juga menjadi perhatian saat rombongan berada di Desa Pahae Aek Sagala, Dusun Sigiring-giring Lombang. Di lokasi tersebut, pemerintah kembali menyerahkan dukungan bibit kopi kepada masyarakat melalui kelompok tani.

Gus Irawan menegaskan, pengembangan kopi tidak cukup hanya sampai pada tahap penanaman. Menurutnya, petani juga harus memperhatikan kualitas hasil produksi hingga proses pengolahan sehingga kopi yang dihasilkan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

“ Kita ingin para petani kopi mendapatkan nilai tambah yang lebih baik dan lebih tinggi, ” ujarnya.

Ia juga mengingatkan petani agar disiplin menjalankan setiap tahapan budidaya, termasuk dalam melakukan perawatan tanaman.

“ Harus betul-betul disiplin dalam melakukan semua tahapan, termasuk perawatan dan seterusnya, ” pesannya.

Gus Irawan mengatakan keberhasilan program pengembangan kopi tersebut nantinya dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk menerapkan program serupa di desa-desa lainnya.

“ Kalau ini berhasil, pemerintah tentu akan semakin bersemangat untuk mengembangkan program-program serupa. Intinya adalah mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, ” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Irawan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran, khususnya memasuki musim kemarau.

Masyarakat diminta menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api.

Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus mampu memberikan dampak terhadap perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“ Ujung dari pembangunan adalah kesejahteraan. Karena itu, program-program yang kita jalankan harus benar-benar berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat, ” pungkasnya. (Wan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

173 Warga Simarpinggan Dapat Pengobatan Gratis, Agincourt Resources Hadirkan Tiga Dokter Spesialis

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 173 warga Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This