Sidimpuanpos.com – Tujuh hari lagi, Jakarta bukan sekadar ibu kota, melainkan panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Juara Olimpiade, juara dunia, hingga peraih gelar turnamen bergengsi akan bertemu dalam satu arena pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, kejuaraan berlevel World Taekwondo G2 yang masuk kalender paling bergengsi taekwondo internasional.
Selama lima hari, 1–5 Agustus 2026, Indoor Tennis Gelora Bung Karno Senayan akan menjadi saksi laga atlet elite dari Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Oseania. Bagi mereka, setiap pertandingan bukan hanya soal medali, tetapi juga poin ranking dunia yang menentukan jalan menuju Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.
Ratusan atlet dari 32 negara dipastikan ambil bagian, mulai dari Korea Selatan, Jepang, China Taipei, hingga Amerika Serikat, Rusia, Turki, Arab Saudi, dan India. Kehadiran negara-negara dengan tradisi kuat taekwondo membuat persaingan dipastikan berlangsung ketat.
Bagi Indonesia, kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan pengakuan internasional atas kapasitas Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) di bawah Ketua Umum Letjen TNI Richard Tampubolon. Ia menegaskan, kepercayaan ini harus dijawab dengan penyelenggaraan terbaik sekaligus prestasi atlet Indonesia.
Baca Juga : HKTI Sumut Perkuat Peran Petani di Program MBG
“Kepercayaan dari Asian Taekwondo Union dan World Taekwondo untuk Indonesia merupakan kehormatan yang sangat besar. Kami ingin menghadirkan kejuaraan yang profesional, berkelas internasional, sekaligus menjadi momentum kebangkitan prestasi taekwondo Indonesia,” ujarnya.
Richard menilai, kehadiran atlet elite dunia menjadi kesempatan berharga bagi taekwondoin Indonesia mengukur kemampuan tanpa harus bertanding ke luar negeri, sekaligus membangun mental juara menuju level internasional.
Status G2 memberi bobot poin ranking dunia yang jauh lebih tinggi dibanding G1, menjadikannya jalur penting menuju Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. Karena itu, banyak negara menurunkan skuad terbaiknya, membuat persaingan sengit sejak babak awal.
Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian memastikan seluruh persiapan telah memasuki tahap akhir, mulai dari kedatangan Technical Delegate, wasit internasional, hingga registrasi peserta yang mengikuti standar World Taekwondo.
“Ajang ini menjadi kesempatan emas bagi atlet-atlet Indonesia untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional tanpa harus keluar negeri,” katanya.
Lihat Juga : Empat Ruang Kelas Darurat Diresmikan untuk Siswa SDN 10 Linge
Nomor Poomsae Recognized dan Freestyle akan dipertandingkan 1–2 Agustus, sementara Kyorugi Senior Putra dan Putri berlangsung 3–5 Agustus 2026. Indoor Tennis GBK dipilih karena fasilitasnya berstandar internasional, pernah digunakan pada Asian Games 2018, dengan Field of Play 40×40 meter, tiga lapangan pertandingan, dan tribun berkapasitas hampir 4.000 penonton.
Lebih dari sekadar berburu medali, kejuaraan ini menjadi etalase bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara besar dalam menyelenggarakan olahraga kelas dunia. Sebanyak 31 atlet terbaik Merah Putih akan turun membuktikan bahwa taekwondo Indonesia mampu bersaing dengan para juara Olimpiade dan atlet elite dunia.(ES)


