Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Kondisi ruas jalan nasional Batu Jomba di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) masih membutuhkan kewaspadaan tinggi dari para pengguna jalan. Pemerintah mengimbau masyarakat, terutama pengemudi kendaraan berat, agar tetap berhati-hati dan tidak memaksakan diri melintas apabila kondisi jalan belum memungkinkan.
Hingga saat ini, sejumlah titik di jalur Batu Jomba masih mengalami kemacetan. Selain itu, beberapa bagian jalan dilaporkan rusak dan amblas sehingga pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut.
Untuk mencegah terjadinya longsor susulan sekaligus memperlancar proses pengerjaan, kendaraan berat, termasuk truk dengan enam sumbu atau lebih, dibatasi dan dilarang melintas. Di beberapa titik rawan, petugas juga menerapkan sistem buka-tutup jalan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan cuaca.
Sementara itu, pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) dan perbaikan struktur jalan terus dipercepat. Namun, tingginya curah hujan di wilayah Batu Jomba kerap memicu longsoran material dalam skala kecil. Material longsor tersebut dapat menutupi saluran air dan memperlambat pekerjaan alat berat di lokasi.
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Hadiri Rapat Desa Goti, Kawal Perubahan APBDes 2026 dan Rembuk Stunting
Pengerjaan jalan juga sempat dihentikan sementara ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut demi menjaga keselamatan para pekerja. Hingga kini, masih terdapat bagian jalan yang mengalami keretakan dan amblas. Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, pemasangan dinding penahan tanah serta tiang penyangga darurat terus dilakukan agar badan jalan tidak terputus total.
Penerapan sistem buka-tutup dilakukan karena sebagian jalur hanya dapat dilalui satu arah untuk jenis kendaraan tertentu. Karena itu, para pengendara diharapkan mematuhi pengaturan lalu lintas di lokasi serta mengikuti arahan petugas selama proses perbaikan berlangsung.
Kondisi jalan Batu Jomba tersebut turut memancing beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pengguna jalan berharap perbaikan segera diselesaikan, sementara sebagian lainnya menyampaikan keluhan atas kondisi jalan yang kembali mengalami kerusakan ketika hujan turun.
“Baru kali hujan, jalannya udah kayak gini,” tulis salah satu pengguna jalan. Sementara itu, netizen lainnya mengungkapkan keluhannya dengan menyebut, “Gak ada habisnya cerita Batu Jomba, sayang ceritanya jalan rusak aja terus.” Bahkan, ada pula yang menyebut kondisi tersebut sebagai “proyek abadi nan jaya”.
Meski demikian, salah seorang warga yang melintas pada Rabu (7/10/2026) menyampaikan bahwa jalur tersebut masih bisa dilalui kendaraan ringan. Ia mengingatkan para pengendara agar menghindari jalur Batu Jomba ketika hujan turun karena kondisi jalan berisiko mengalami longsor.
Perbaikan dan penanganan ruas Jalan Batu Jomba merupakan tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Pemerintah pun meminta masyarakat untuk bersabar dan memahami proses perbaikan yang sedang berlangsung. Para pengguna jalan juga diingatkan agar selalu memperhatikan informasi dan kondisi terkini di lokasi serta mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur Batu Jomba.


