sidimpuanpos.com – Suasana di Pasar Tradisional Sigalangan mendadak lebih riuh dan padat merayap. Memasuki Sekitar dua minggu menjelang hari raya Idul Fitri, ribuan warga dari berbagai penjuru mulai memadati pasar untuk berburu kebutuhan, mulai dari bahan pangan hingga pakaian baru
Pantauan di lokasi (6/3/2026) menunjukkan area pedagang sayur dan bumbu dapur menjadi titik paling padat. Di bawah naungan tenda terpal biru yang ikonik, para ibu rumah tangga tampak sibuk memilih komoditas utama seperti:
- ​Cabai merah dan bawang yang menjadi bahan dasar untuk memasak
- ​Bumbu dan rempah-rempah untuk penambah cita rasa hidangan berkuah santan.
- ​Sayuran segar yang dipajang langsung di atas hamparan plastik di lantai pasar.
Baca Juga : ‎Rumah Semi Permanen di Kotanopan Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah
Sementara itu, harga komoditas seperti cabai, bawang dan kebutuhan pokok lainnya masih terpantau stabil, “kalau masalah harga bahan pokok, masih dalam harga normal seperti biasanya, mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan harga mengingat waktu lebaran yang semakin dekat” Ujar Rosma, salah satu pengunjung pasar
Meski harus berdesakan di ruang yang sempit, antusiasme warga tidak luntur demi mendapatkan bahan makanan terbaik untuk menjamu keluarga di hari raya yang berkisar dua minggu lagi
Tak hanya area pangan, los pakaian juga mengalami peningkatan pengunjung yang signifikan. Warga terlihat memilah-milah baju muslim, kerudung, hingga kaus yang digantung berjajar di bawah atap seng pasar
​”Sudah jadi tradisi kalau mau lebaran pasti ke sini. Harganya lebih terjangkau dan pilihannya banyak, yang penting pintar tawar-menawar saja,” Ujar Lisna, salah satu pengunjung yang sedang memilih kerudung.
Lihat Juga : Warga Padangsidimpuan Serbu SPBU, Imbas Kekhawatiran Kelangkaan BBM Akibat Konflik Timur Tengah
Padatnya pengunjung ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang lokal. Setelah sempat lesu di hari-hari biasa, momentum menjelang lebaran ini dimanfaatkan pedagang untuk menambah stok dagangan mereka. Interaksi tawar-menawar yang akrab antara penjual dan pembeli menciptakan atmosfer khas pasar tradisional yang tidak ditemukan di pusat perbelanjaan modern
Kondisi ramai ini diprediksi akan terus mencapai puncaknya hingga H-1 lebaran, seiring dengan banyaknya warga yang baru sempat berbelanja setelah menerima Tunjangan Hari Raya. (Asrif)


