Sidimpuanpos.com – Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi penghubung Desa Reje Payung dan Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, perlahan kembali memberi harapan bagi warga.
Setelah sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi, kini pembangunan Jembatan Perintis Garuda terus dikebut sebagai akses permanen yang akan memulihkan aktivitas masyarakat.
Sebelumnya, putusnya jalur penghubung membuat kehidupan warga terganggu. Anak-anak kesulitan berangkat ke sekolah, petani tidak leluasa menuju lahan, sementara aktivitas ekonomi masyarakat ikut terhambat.
Baca Juga : BKPRMI Ajak Pemuda Perkuat Ketahanan Nasional
Pada masa tanggap darurat, personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yonif TP, relawan, dan warga bergotong royong membangun jembatan darurat. Namun, derasnya arus sungai saat musim hujan beberapa kali menghanyutkan jembatan tersebut, sehingga dibutuhkan infrastruktur yang lebih kuat dan aman.
Sejak April 2026, pembangunan Jembatan Perintis Garuda mulai dilaksanakan sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Jembatan ayun permanen ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pengerjaan jembatan melibatkan personel Kodim 0106/Aceh Tengah, Koramil, 25 prajurit Yonif TP, tenaga teknis Zidam, serta masyarakat setempat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh bagi warga.
Lihat Juga : PRSU 2026 Tampilkan Potensi dan Budaya Sumut
Danramil 05 Kodim 0106/Aceh Tengah, Letnan Satu Infanteri Mukhlis, mengatakan progres pembangunan telah mencapai 53 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Juli mendatang.
Menurutnya, kehadiran Jembatan Perintis Garuda akan mempermudah akses pendidikan, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat. Lebih dari sekadar membangun jembatan, proyek ini menjadi simbol bangkitnya harapan dan upaya mengembalikan kualitas hidup warga setelah bencana.
Sumber : Satgas PRR


