Sidimpuanpos.com – Sebaran kabut asap yang terpantau di sejumlah wilayah membuat kondisi udara di Kota Padangsidimpuan menjadi perhatian. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padangsidimpuan turun ke lapangan membagikan masker gratis kepada masyarakat dan pengendara, Selasa (8/9/2026).
Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak kabut asap yang berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah daerah.
Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari imbauan Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara.
Wali Kota meminta masyarakat tetap tenang, namun menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Warga juga diimbau mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi kabut asap semakin pekat.
“ Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan. Gunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan ikuti informasi resmi pemerintah maupun BMKG terkait perkembangan kondisi kabut asap, ” ujar Letnan.
Baca Juga: Residivis di Padangsidimpuan Ditangkap Polisi, Sabu Disebut Berasal dari Riau
Selain memperhatikan kesehatan, Wali Kota juga mengingatkan pengguna jalan untuk berhati-hati apabila kabut asap menyebabkan jarak pandang berkurang. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dan menyesuaikan perjalanan dengan kondisi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padangsidimpuan Dedi Iriansyah bersama jajaran turun langsung membagikan masker kepada masyarakat.
Pembagian masker dilakukan di enam titik yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat dan arus kendaraan.
Enam lokasi tersebut meliputi Simpang 3 Kompleks Pertokoan Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara; Simpang Silandit dan Tugu Siborang di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan; Pos Kota dan Simpang Tiga Sadabuan di Kecamatan Padangsidimpuan Utara; serta depan Terminal Batunadua, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.
Lihat Juga: Pengamanan Polres Tapsel, Kunjungan Wapres Gibran Berjalan Lancar
Dedi mengatakan, pembagian masker menjadi bentuk respons cepat BPBD dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap yang terjadi.
“ Pembagian masker ini merupakan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap, khususnya bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan. Kami juga terus menyampaikan informasi dan peringatan dini yang bersumber dari BMKG, ” kata Dedi.
Ia menjelaskan, penanganan kondisi kabut asap tidak hanya dilakukan oleh BPBD. Sejumlah unsur turut dilibatkan, di antaranya personel BPBD melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI, Polri, PKK dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padangsidimpuan.
Menurut Dedi, sinergi lintas sektor diperlukan agar langkah antisipasi serta penyampaian informasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“ Penanganan kondisi seperti ini membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Karena itu, kami bersama TNI, Polri, PKK, Diskominfo dan unsur terkait lainnya terus bersinergi, ” ujarnya.
BPBD juga mengajak masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG terkait perkembangan kondisi kabut asap.
“ Kenali Bencana, Siaga Bencana, Tanggap Bencana, Siap untuk Selamat, ” tegasnya.
Berdasarkan laporan BMKG Balai Besar Wilayah I Medan pada 8 September 2026, sebaran asap terpantau di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Wilayah yang terdampak meliputi Asahan, Batubara, Simalungun, Samosir, Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Mandailing Natal.
Sehari sebelumnya, BMKG juga mencatat terdapat 26 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Titik panas tersebut antara lain terpantau di Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara dan Tapanuli Selatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebaran asap dapat berdampak terhadap kualitas udara serta jarak pandang masyarakat.
Pemko Padangsidimpuan mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sampah maupun kegiatan lainnya yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Masyarakat yang menemukan titik api atau kejadian yang berpotensi membahayakan diminta segera melaporkannya kepada petugas BPBD melalui Call Center/WhatsApp 0813-9241-5449. (Wan)


