Sidimpuanpos.com – Kebutuhan komoditas pangan masyarakat di Pasar Paluta saat ini masih banyak dipasok dari luar daerah. Kondisi tersebut terlihat dari sebagian besar sayuran dan bahan pokok yang dijual pedagang berasal dari wilayah lain seperti Simalungun, Tapanuli Tengah, dan Toba, Minggu (22/2/2026).
Salah seorang pedagang sayur, Sri (35), mengatakan bahwa hampir seluruh komoditas pertanian seperti tomat, cabai, bawang, dan berbagai jenis sayuran didatangkan dari luar daerah. Bahkan, untuk cabai, hampir tidak ada pasokan yang berasal dari petani lokal.
Menurutnya, rendahnya produksi lokal disebabkan oleh minimnya minat masyarakat untuk bertani komoditas pangan. Kondisi ini diduga terjadi karena sulitnya akses pemasaran serta tidak adanya penampung hasil panen yang berada di bawah pengawasan pemerintah.
Baca Juga : Silaturahmi Ramadan, Kapolres Tapsel Rangkul Mahasiswa
”Petani biasanya menjual hasil panennya kepada tengkulak dengan harga yang sering kali jauh di bawah harga pasar, sehingga mereka kurang tertarik untuk menanam kembali,” ujarnya.
Sementara itu, seorang pembeli, Kurni (29), mengaku kondisi tersebut juga berdampak pada ketersediaan dan harga di pasar.
”Kami berharap ke depan hasil pertanian lokal bisa lebih banyak dijual di pasar Paluta, supaya stok lebih stabil dan harga tidak mudah naik,” katanya.
Masyarakat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan produksi pertanian lokal serta memperbaiki sistem pemasaran, sehingga petani mendapatkan harga yang layak dan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dari daerah sendiri.(Fazry)


