Sidimpuanpos.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mencanangkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) 2025.
Gerakan ini bertujuan mendorong masyarakat untuk secara mandiri memasang patok batas tanah demi mencegah konflik. Acara ini dipusatkan di Lapangan Bola Desa Candingasinan, Purworejo, Jawa Tengah, dan dilaksanakan serentak di 23 kabupaten/kota di 8 provinsi.
Nusron Wahid menegaskan bahwa pemasangan patok sangat penting untuk melindungi tanah dari sengketa.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Soroti Prevalensi Stunting di Padangsidimpuan, Ajak Semua Pihak Kolaborasi
“Semua yang sudah punya sertifikat, wajib pasang patok dengan harapan tanah kita supaya tidak dicaplok oleh orang lain,” ujar Nusron.
Ia menambahkan, pemasangan patok harus dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama pemilik lahan yang berbatasan untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Menurut Nusron, konflik pertanahan di Indonesia sering kali terjadi akibat batas lahan yang tidak jelas. Oleh karena itu, GEMAPATAS 2025 menjadi inisiatif nasional untuk mengatasi konflik fisik terkait batas tanah.
Patok bisa dibuat dari bahan apa pun, seperti kayu, beton, atau besi, asalkan batas tanah ditandai secara fisik dan terlihat jelas.
Lihat Juga : Bobby Nasution Perkuat Sinergi dengan DPRD Sumut
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut hadir dan menyatakan dukungannya. Ia telah menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di wilayahnya untuk mengintensifkan sosialisasi dan pelaksanaan pemasangan patok.
Secara serentak, GEMAPATAS 2025 dilaksanakan di berbagai wilayah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. (Galeh)


