Rabu, Oktober 14, 2026

Parit Tersumbat Material Longsor di Padangsidimpuan, Segera Dikoordinasikan ke Provinsi

Must Read

Sidimpuanpos.com – Beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berhubungan dengan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan, bersama dengan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara (Provsu), melakukan inspeksi langsung ke lokasi parit yang tertutup oleh material longsoran berupa tanah, batu, dan kayu dari perbukitan di sekitar Jalan Nasional Lingkungan Tanggal, Kelurahan Sitamiang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, pada hari Jumat (23/5/2025).

Peninjauan ini dilakukan untuk mendata kerusakan yang perlu ditangani dan diperbaiki, mengingat parit tersebut telah terhambat oleh material, sehingga menghalangi aliran air yang sangat dibutuhkan untuk pertanian warga. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk mencegah meluapnya air dari parit ke jalan raya saat hujan, yang dapat merusak infrastruktur jalan.

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, hadir Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Padangsidimpuan, Rahuddin Harahap, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) serta Pelaksana Tugas Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Imbalo Siregar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Ir. Armin Siregar, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dedi Iriansyah, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PUPR Provsu Padangsidimpuan, Datsur Hasibuan.

Baca Juga : PWI Terima Kunjungan Humas Polda Sumut, Harapkan Bimbingan Bagi Jurnalis

Rahuddin Harahap, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Padangsidimpuan, menyatakan bahwa kegiatan peninjauan ini tidak hanya bertujuan untuk melakukan pembersihan parit melalui kerja sama masyarakat, tetapi juga sebagai tanggapan cepat terhadap laporan dari warga mengenai terhambatnya aliran air akibat penumpukan material longsor yang menutupi sebagian besar saluran parit di area tersebut.

” Ini atas perintah Wali Kota Padangsidimpuan untuk merespon segala keluhan warga. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena  dikhawatirkan dapat menyebabkan genangan atau banjir apabila tidak segera ditangani secepatnya, ” ujar Rahuddin.

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara semua OPD yang relevan dan instansi dari berbagai sektor sangat penting untuk mempercepat penanganan dan tindak lanjut setelah parit dibersihkan dari material longsor, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

” Peninjauan ini bukan hanya sebatas untuk ornanganannya saja. Tetapi juga nenunjukkan bagaimana pemerintah selalu hadir ke tengah masyarakat dam bisa merespon segala keluhan masyarakat pasca bencana beberapa waktu lalu, ” katanya.

Imbalo Siregar, yang menjabat sebagai Kadis Perkim sekaligus Plt Kadis PUPR Kota Padangsidimpuan, mengungkapkan bahwa kehadiran timnya dalam meninjau lokasi longsoran bertujuan untuk memeriksa kerusakan pada dinding parit yang disebabkan oleh material tanah, batu, dan kayu besar yang tertimbun.

” Kami sedang mendata dampak kerusakannya dan menang ada beberapa meter dinding beton parit yang jebol. Ke depannya bila anggaran memungkinkan, perlu kita rehabilitasi kembali, agar bila hujan turun, luapan air tidak tumpah ke jalan, ” kata Imbalo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan, Ir. Armin Siregar, mengungkapkan bahwa kejadian longsor yang terjadi berkaitan erat dengan faktor lingkungan. Hal ini disebabkan oleh lemahnya ikatan tanah yang dihasilkan oleh akar-akar pohon, yang disebabkan oleh penebangan pohon di area perbukitan. Akibatnya, saat hujan turun, air meresap ke dalam tanah dan menyebabkan terjadinya longsor.

” Selain penanganan pasca longsor, langkah preventif juga perlu diambil guna mengantisipasi kejadian serupa ke depan yang kini sedang di programkan melalui penanaman pohon di kawasan perbukitan yang rawan longsor, serta penguatan lereng dengan metode konservasi lingkungan. Ini penting agar kawasan tersebut memiliki daya tahan terhadap hujan deras dan tidak mudah longsor, ” ujar Armin.

Sementara itu, Dedi Iriansyah, yang menjabat sebagai Plt Kalaksa BPBD Kota Padangsidimpuan, mengungkapkan bahwa timnya telah melaksanakan asesmen cepat di lokasi kejadian dan mendokumentasikan insiden ini sebagai bagian dari data bencana hidrometeorologi yang secara rutin dipantau oleh BPBD, khususnya setelah terjadinya bencana.

“ Dari hasil asesmen awal, longsoran dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu, serta kondisi lereng yang tidak stabil. Kami sudah memasukkan lokasi ini dalam daftar wilayah rawan bencana untuk ditindaklanjuti dalam perencanaan mitigasi ke depan, ” ujar Dedi.

Lihat Juga : Kepala Kantah Padangsidimpuan Kukuhkan Panita dan Satgas PTSL

Di sisi lain, Datsur Hasibuan, Kepala UPT PUPR Provsu Padangsidimpuan, mengungkapkan bahwa mereka akan segera melaporkan situasi di lapangan kepada Dinas PUPR Provsu. Laporan ini akan menjadi dasar untuk langkah-langkah selanjutnya dalam mendukung perbaikan jika terdapat infrastruktur yang terpengaruh.

” Parit ini merupakan bagian dari sistem drainase yang berada di tepi jalan nasional, sehingga menjadi perhatian kami untuk segera dikoordinasikan ke Provinsi, ” terang Datsur sembari menyerbutkan, UPT PUPR Padangsidimpuan siap berkolaborasi dengan Pemko Padangsidimpuan dan OPD terkait untuk memastikan infrastruktur jalan dan saluran air tetap berfungsi optimal, serta mencegah risiko kerusakan lebih lanjut akibat bencana serupa, ” terang Datsur. (Samsul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This