Sidimpuanpos.com – Pascabanjir bandang, kondisi warga di Karang Baru, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, masih memprihatinkan hingga Senin (15/12/2025).
Sejumlah wilayah dilaporkan belum dialiri listrik, sementara permukiman warga masih tertutup lumpur tebal yang menyulitkan proses pembersihan rumah.
Seorang relawan, Ica, yang terjun langsung ke lokasi menyebutkan hingga saat ini pasokan listrik belum pulih. Selain itu, sisa lumpur banjir masih menumpuk dengan kedalaman cukup parah.
Baca Juga : Permukiman Bantaran Sungai Babura Rusak Akibat Banjir
“Di sini masih banyak lumpur, dan lumpurnya dalam. Rumah-rumah sangat sulit untuk dibersihkan karena kondisi tanah dan sisa material banjir,” ujarnya.
Meski pasokan air bersih mulai tersedia, jumlahnya masih terbatas dan hanya dapat digunakan untuk kebutuhan dasar. “Air bersih sudah ada, tapi masih terbatas. Hanya cukup untuk minum dan memasak,” lanjutnya.
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut memiliki arus sangat deras dan menyebabkan sejumlah rumah warga hanyut. Menurut relawan, perbedaan bahan bangunan memengaruhi ketahanan rumah saat diterjang banjir.
“Beberapa rumah hanyut karena arus banjir bandang sangat deras. Ketahanan rumah juga berbeda-beda tergantung bahan bangunannya,” jelasnya.
Selain kerusakan permukiman, kondisi kesehatan warga juga menjadi perhatian. Posko layanan kesehatan telah didirikan untuk menangani keluhan warga seperti batuk dan gatal-gatal akibat lingkungan yang masih dipenuhi lumpur, debu, dan air yang tidak layak.
Lihat Juga : Muhammadiyah Himpun Infak Jumat bagi Korban Bencana Alam
“Banyak warga yang batuk dan gatal. Lingkungan sangat berdebu, air juga masih tidak layak. Kondisinya benar-benar memprihatinkan,” ungkapnya.
Warga berharap adanya bantuan lanjutan dari pemerintah dan pihak terkait, terutama untuk pemulihan listrik, pembersihan lumpur, penyediaan air bersih, serta layanan kesehatan dan logistik guna mempercepat pemulihan pascabanjir bandang.(SW)


