Sidimpuanpos.com – Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi markobar tetap dijaga agar tidak hilang ditelan zaman. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, terus mendukung pelestarian adat Batak Angkola dengan menggelar Pelatihan Adat Makkobar secara rutin di wilayah lingkar tambang.
Salah satu pelatihan berlangsung di Kantor Kepala Desa Bandar Hapinis, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menjaga tradisi markobar, seni bertutur yang telah diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam berbagai prosesi adat, seperti pernikahan, musyawarah keluarga, hingga penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari tata cara markobar, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, seperti penghormatan kepada mora, etika, kebersamaan, serta semangat musyawarah.
Baca Juga : Satgas PRR Kawal Proyek Pemulihan di Kabupaten Solok
Tutor pelatihan sekaligus Tokoh Adat FORKALA Tapanuli Selatan, Sutan Kasahatan Siregar (Kasmudi Siregar) bersama Sutan Datu Oanggang Naposo (Parlaungan Siregar) mengatakan, markobar menjadi media untuk menanamkan karakter dan tata krama kepada generasi muda.
“Pesan utama dalam kegiatan ini adalah menanamkan rasa kasih sayang, penghormatan kepada mora, serta menjaga etika dalam kehidupan bermasyarakat sesuai adat Batak Angkola,” ujarnya.
Tokoh adat Bandar Hapinis, Ismail Hasibuan, mengapresiasi kepedulian PTAR yang selama dua tahun terakhir secara konsisten menggelar pelatihan setiap hari Jumat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal kembali adat yang mulai jarang dipraktikkan.
Lihat Juga : Satgas PRR Percepat Pemulihan Akses Jalan Longsor di Simalungun
Sementara itu, Senior Supervisor Community Relations PTAR, Saud Parulian Harahap, menjelaskan bahwa Pelatihan Adat Makkobar merupakan bagian dari PPM PTAR di bidang kebudayaan. Program ini telah dilaksanakan di enam wilayah, yakni Kelurahan Wek I, Wek II, Hutaraja, Desa Wek IV, Bandar Hapinis, dan Muara Hutaraja.
Menurutnya, PTAR meyakini pelestarian budaya merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan. Karena itu, perusahaan terus mendukung berbagai kegiatan adat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui sinergi antara perusahaan, tokoh adat, pemerintah desa, dan masyarakat, tradisi markobar diharapkan terus lestari sekaligus semakin dikenal sebagai warisan budaya Batak Angkola yang sarat dengan nilai kebersamaan, penghormatan, dan kearifan lokal.(Galeh)


