Rabu, Oktober 14, 2026

Pendampingan Reforma Agraria Angkat Ekonomi Hargorejo

Must Read

Sidimpuanpos.com – Desa Hargorejo di Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta menjadi contoh keberhasilan program Reforma Agraria Kementerian ATR/BPN.

Wilayah perbukitan yang dulu minim akses itu kini berkembang menjadi desa produktif dengan gula semut sebagai komoditas unggulan.

Perubahan tersebut berawal dari pendampingan Kantor Pertanahan Kulon Progo dan berbagai pihak untuk memperkuat ekonomi warga.

Baca Juga : Mohot Lubis Tekankan Etika dan Disiplin di Media Sosial

Sebelumnya, masyarakat telah memproduksi gula batok dan gula semut secara tradisional, namun pemasaran lemah dan peremajaan pohon kelapa tidak berjalan sehingga usaha sulit berkembang.

“Awalnya masyarakat sudah memproduksi gula batok dan gula semut, tapi terkendala di pemasaran dan peremajaan pohon kelapa. Setelah dilakukan pendampingan dari kerja sama BPN, kini warga punya arah yang lebih jelas dan mampu mengelola usahanya secara mandiri,” kata Alfia Fathul Hidayati, Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantah Kota Yogyakarta, Jumat (14/11/2025).

Upaya Reforma Agraria di Hargorejo dimulai sejak sertifikasi tanah tahun 2016 dan 2019, dan tidak berhenti pada penataan aset. Melalui penataan akses, Kantah Kulon Progo menggandeng pemerintah daerah, kelompok tani, dan pelaku usaha untuk memperkuat kelembagaan gula semut, meningkatkan kapasitas petani, dan memenuhi standar sertifikasi organik.

“Dulu kami memproduksi gula batok dan gula semut secara pribadi, belum terorganisir. Setelah ada sosialisasi Reforma Agraria, kami dibimbing untuk memperkuat kelompok dan membangun kelembagaan. Sekarang kami bahkan sudah bisa ekspor,” ujar Sadiman, Ketua Kelompok Tani Gula Semut Nyawiji Mulyo.

Pendampingan tersebut membuat petani tak lagi bergantung pada pasar lokal. Mereka kini memasok ekspor melalui kerja sama dengan PT Nira Lestari Internasional.

“Dulu kami jual ke pasar sekitar, sekarang sudah bisa kirim dua kontainer sebulan,” tambah Sadiman.

Lurah Hargorejo, Bekti Murdayanto, mengatakan sekitar 100 petani gula semut merasakan dampak langsung program ini. Menurutnya, pendampingan tidak hanya memperkuat usaha, tetapi juga melahirkan ikon desa yang membuka peluang kerja.

Lihat Juga : Jelajah Kuliner Indonesia 2025 Bangkitkan Semangat UMKM Medan

“Program Reforma Agraria ini tidak hanya mengurus sertifikasi tanah, tapi juga mendampingi warga agar bisa mengelola potensi lokal. Gula semut jadi ikon desa kami karena mampu menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Kini, Hargorejo tidak lagi dikenal sebagai desa perbukitan di ujung Kulon Progo. Berkat pendampingan berkelanjutan dan kerja sama masyarakat, desa ini tumbuh menjadi bukti bahwa Reforma Agraria bukan hanya penataan tanah, tetapi gerakan membangun kemandirian dan harapan warga.(Galeh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Kreatif! Warga Binaan Lapas Padangsidimpuan Hasilkan Miniatur Vespa Bernilai Ekonomi

Sidimpuanpos.com, PADANGSIDIMPUAN – Dalam upaya meningkatkan kreativitas dan keterampilan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan melaksanakan kegiatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This