Selasa, Oktober 13, 2026

Gus Irawan: PLTA Batang Toru Motor Ekonomi Tapsel

Must Read

Sidimpuanpos.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu membuka Sosialisasi “Commissioning” PLTA Batang Toru di Dusun Suka Maju, Desa Hapesong Baru, Jumat (14/11/2025), sekaligus meninjau BUMDes setempat.

Kegiatan ini dihadiri camat, Forkopimcam, pihak NSHE, serta tokoh masyarakat dan adat.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa PLTA Batang Toru merupakan proyek yang ia perjuangkan sejak memimpin Komisi VII DPR RI.

Baca Juga : Pendampingan Reforma Agraria Angkat Ekonomi Hargorejo

“Sejak awal saya ikut mendesak proyek ini berjalan. Dulu tidak mudah. Ada perang dagang Tiongkok–Amerika, berebut mengelola PLTA ini. Ketika investor dari Tiongkok yang menang, Amerika menggerakkan NGO lewat isu satwa langka Pongo tapanuliensis. Saya dari Marancar, dan saya bilang tidak ada yang lebih mencintai Pongo tapanuliensis selain kami,” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah sejak awal meminta PLTA menjaga kelestarian hutan Batang Toru.

“Kita sepakat dibuat wildlife corridor, jalur penyeberangan satwa. Itu komitmen sejak awal,” tegasnya.

Terkait operasional, Bupati mengungkapkan bahwa jadwal PLTA dipercepat dari akhir 2026 menjadi mulai beroperasi akhir tahun ini.

“Saya minta dipercepat karena daerah butuh dukungan fiskal. Alhamdulillah dipercepat lebih dari satu tahun. Akhir tahun ini satu turbin sudah beroperasi, dan Maret 2026 keempat turbin beroperasi penuh,” jelasnya.

PLTA berkapasitas 510 MW dan akan memberikan dana bagi hasil kepada Tapsel. Ia juga menjelaskan proses penggenangan dalam tahap commissioning dengan volume 1,8 juta meter kubik dan pengisian sekitar delapan jam tanpa menghentikan aliran sungai.

Bupati menyampaikan bahwa rencana kontinjensi telah disiapkan bersama Forkopimda.

“Secara empiris belum pernah ada bendungan PLTA yang jebol. Tetapi UU tetap mewajibkan rencana darurat. PLTA nanti juga membantu manage banjir melalui sistem peringatan dini,” katanya.

Mulai 2027, wilayah Sipirok, Marancar, Batang Toru, Muara Batang Toru, dan Angkola Sangkunur berpotensi menerima dana bagi hasil dan CSR perusahaan.

“Saya kira keberadaan PLTA ini harus bisa kita optimalkan. Mohon doanya agar berjalan sukses dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa Desa Hapesong Baru menjadi lokasi dua dapur MBG sesuai program Presiden Prabowo.

“Program ini bukan hanya untuk mengurangi masalah gizi buruk, tapi juga pemerataan ekonomi. Daging dan telur kita masih kurang. Banyak tanah di Tapsel yang menganggur, ini peluang bagi warga untuk mulai menanam komoditas yang dibutuhkan MBG,” katanya.

Anggota DPRD Tapsel Rocky AP Gultom meminta masyarakat mendukung PLTA.

“Kami juga mendorong masyarakat untuk menanam palawija yang gunanya untuk mendukung program makan bergizi gratis. Ini peluang agar kebutuhan tidak harus dari luar daerah,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Sumut dan mantan Bupati Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu, mengapresiasi percepatan proyek.

Lihat Juga : Mohot Lubis Tekankan Etika dan Disiplin di Media Sosial

“Proyek ini sudah berjalan sejak zaman saya. Empat kali tertunda. Berkat dorongan Pak Gus, insya Allah awal Januari ini satu turbin sudah bisa beroperasi,” katanya.

Ia juga membantah isu pencemaran Sungai Batang Toru. “Dua hari lalu saya makan ikan dari Sungai Batang Toru, enak. Ada yang bilang sungainya beracun itu informasi yang tidak benar,” tegasnya.

Setelah itu, Bupati meninjau BUMDes dan mengajak warga menjaga ekosistem Batang Toru serta menyambut PLTA sebagai motor ekonomi Tapanuli Selatan.(Adi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

173 Warga Simarpinggan Dapat Pengobatan Gratis, Agincourt Resources Hadirkan Tiga Dokter Spesialis

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 173 warga Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This