Sidimpuanpos.com – Luka bencana hidrometeorologi yang menimpa Kota Sibolga belum lama berlalu, namun harapan pemulihan mulai terlihat nyata. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera kini mendorong pemerintah setempat untuk segera merealisasikan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp90,52 miliar—dana yang diharapkan menjadi penopang utama bangkitnya kota ini.
Bencana yang melanda empat kecamatan tersebut telah merenggut 57 nyawa, melukai berat 15 orang, serta meluluhlantakkan 397 rumah dan merusak sedang 55 rumah lainnya. Dari duka itulah, Peraturan Wali Kota Sibolga Nomor 32 Tahun 2026 lahir sebagai peta jalan pemulihan, dengan porsi terbesar dana—Rp60,12 miliar atau 66,4 persen—dialokasikan untuk infrastruktur. Sisanya terbagi untuk pendidikan (Rp16,02 miliar), berbagai urusan lain (Rp8,58 miliar), dan kesehatan (Rp5,80 miliar).
Saat memimpin Tim Monitoring dan Evaluasi Satgas PRR meninjau langsung Kota Sibolga, Selasa (28/7/2026), Koordinator Wilayah Sumatera Utara Posko Nasional Satgas PRR, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, menegaskan agar seluruh perangkat daerah tidak menunda pemanfaatan dana tersebut. “Setiap tahapan kegiatan harus dikawal, dan apabila terdapat kendala agar segera dilaporkan kepada Satgas PRR,” tegasnya, seraya meminta dukungan penuh terhadap program kementerian dan lembaga yang beririsan dengan agenda pemulihan daerah.
Baca Juga : 5 Kg Ganja Asal Madina Digagalkan di Tapsel, Dua Kurir Ditangkap
Senada dengan itu, Kepala Tim Data Posko Nasional Satgas PRR, Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma, mengingatkan pentingnya ketelitian dalam pengelolaan anggaran. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian harus diperkuat agar tak ada celah kesalahan input data yang bisa menghambat proses pemulihan.
Di lapangan, tim menemukan potret nyata tantangan yang masih dihadapi: alat kesehatan di Puskesmas Pembantu Hutabarangan rusak, sementara bangunannya sendiri mulai miring lantaran berdiri persis di belakang bukit. Temuan ini akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan agar mendapat penanganan lanjutan.
Namun di tengah tantangan itu, sejumlah kemajuan mulai terlihat. Sungai Aek Doras dan Sungai Sihopo-hopo telah dinormalisasi guna meredam risiko luapan air saat hujan deras mengguyur. Perbaikan tebing Tangga Seratus pun telah mencapai 80 persen rampung, sementara relokasi tempat pemrosesan akhir sampah Aek Parombonan ke lokasi yang lebih aman sudah menyentuh progres 60 persen.
Lihat Juga : Pemko Padangsidimpuan Dorong UMKM Masuk Ritel Modern
Cerita paling menyentuh datang dari sektor hunian. Sebanyak 114 unit rumah tetap bantuan Buddha Tzu Chi telah berdiri sempurna, siap menjadi rumah baru bagi para penyintas, sementara 86 unit lainnya masih dalam pengerjaan. Satgas PRR terus mengawal penyelesaiannya agar warga bisa segera menempati rumah tersebut, lengkap dengan bantuan isi hunian dan percepatan penerbitan sertifikat oleh pemerintah kota. Kabar baiknya, bantuan jaminan hidup tahap pertama dan kedua sudah 100 persen tersalurkan, sementara tahap ketiga tengah dalam proses pengusulan.
Ke depan, dengan sejumlah pekerjaan yang diproyeksikan mulai bergulir Agustus 2026, Satgas PRR menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap rencana aksi kementerian dan lembaga, memastikan dana tambahan TKD dimanfaatkan secara tertib, serta meminta laporan perkembangan disampaikan secara berkala—demi Sibolga yang pulih dan bangkit.(Satgas PRR)


