Sidimpuanpos.com – Pemerintah Kota Tanjung Balai mempercepat penyelarasan Program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui penguatan sinergi lintas pemangku kepentingan. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) di Aula Baperida, Rabu (8/4/2026).
Rakor dihadiri Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, Kepala Balai P3KP Sumatera II Wahyu Adi Satriawan, perwakilan perbankan seperti BNI dan Bank Sumut, OPD terkait, serta sejumlah pengembang perumahan.
Wakil Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengintegrasikan kebijakan pusat dan daerah, mempercepat perizinan, serta memperkuat pembiayaan melalui skema KPR subsidi.
Menurutnya, skema tersebut menjadi kunci dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi MBR.
Baca Juga : Harga Cabai Merah Naik ke Rp24 Ribu, Tomat dan Bawang Tetap Stabil
Dikatakan Wakil Wali Kota Tanjung Balai, Melalui sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Tanjung Balai berharap percepatan penyelarasan Program 3 Juta Rumah dapat berjalan efektif dan mampu menyediakan hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemko Tanjung Balai akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, serta sukses diimplementasikan di kota Tanjung Balai, tegas Muhammad Fadly Abdina.
Kepala Balai P3KP Sumatera II Wahyu Adi Satriawan menegaskan pentingnya konsistensi regulasi agar program berjalan tepat sasaran dan menjaga kualitas pembangunan.
Ia juga menjelaskan peran Klinik PKP sebagai wadah konsultasi dan fasilitasi di sektor perumahan.
Baca Juga : Bank Sumut Dorong UMKM Tapsel Lepas dari Pinjaman Bunga Tinggi
Sementara itu, pengembang menyampaikan sejumlah kendala, seperti rendahnya akses pembiayaan akibat riwayat kredit masyarakat serta perbedaan kondisi wilayah yang memengaruhi standar pembangunan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perkim Tanjung Balai Muhammad Fadly Lubis menegaskan komitmen menghadirkan solusi kolaboratif, termasuk edukasi keuangan dan penguatan koordinasi dengan perbankan.
“Kami berkomitmen menjembatani berbagai kepentingan stakeholder agar program ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Fadly Lubis.
Program ini diharapkan mampu menyediakan hunian layak secara berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Tanjung Balai.(MF)


