Rabu, Oktober 14, 2026

RI-Turki Sepakati Joint Action Plan 2026-2027 Bidang Ketenagakerjaan

Must Read

Sidimpuanpos.com – Sebuah jabat tangan hangat terjadi di Jakarta, Jumat (24/7/2026), menandai babak baru hubungan dua negara sahabat. Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli dan Menteri Perburuhan dan Jaminan Sosial Republik Turki Vedat Işıkhan bertemu langsung dalam pertemuan bersejarah, The First Joint Working Commission (JWC), yang melahirkan kesepakatan Joint Action Plan 2026–2027 di bidang ketenagakerjaan.

Momen ini bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Penandatanganan Protocol of the First Joint Working Commission menjadi bukti nyata bahwa komitmen yang pernah diikrarkan kedua negara di Baku, Azerbaijan, pada 22 November 2023 lalu—melalui Memorandum of Understanding on Cooperation in the Field of Labour—kini benar-benar diwujudkan dalam langkah konkret.

Bagi Yassierli, momentum ini terasa istimewa. Ia meyakini pertemuan ini adalah titik penting untuk mengubah kata-kata diplomasi menjadi aksi nyata yang membawa manfaat jangka panjang.

Baca Juga : Pemko Padangsidimpuan dan STIT Hasyim Asy’ari Teken MoU Perkuat Pendidikan

“Saya meyakini bahwa kolaborasi yang semakin erat antara Indonesia dan Turki tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan ketenagakerjaan global, demi membangun pasar kerja yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ada banyak agenda besar yang dirangkum dalam Joint Action Plan 2026–2027 ini—mulai dari penataan kebijakan pasar kerja, digitalisasi layanan ketenagakerjaan, penguatan keselamatan dan kesehatan kerja, hingga pengembangan proyek kerja sama lintas negara. Semuanya dirancang bukan sekadar di atas kertas, melainkan sebagai fondasi nyata bagi kemajuan bersama.

“Keberhasilan implementasi setiap kegiatan akan menjadi indikator nyata dari keberhasilan kerja sama bilateral kita, sekaligus memberikan dampak konkret bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta kesejahteraan pekerja di kedua negara,” lanjut Menaker.

Namun di antara sederet agenda tersebut, ada satu hal yang paling mencuri perhatian: keinginan Indonesia untuk belajar dari Model Factory milik Turki. Ide ini bukan muncul begitu saja—semuanya berawal dari kekaguman Yassierli ketika menyaksikan langsung kisah sukses Turki dalam forum Konferensi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tahun 2025. Di negeri itu, balai pelatihan kerja tak sekadar tempat belajar keterampilan, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat konsultasi modern yang membimbing UKM menerapkan prinsip efisiensi produksi (lean production).

Lihat Juga : Usir Narkoba Lewat Bola, Marini Cup II Jadi Wadah Positif Bagi Pelajar

Terinspirasi dari hal tersebut, Indonesia pun mengajukan skema kerja sama yang lebih mendalam, termasuk pertukaran pengetahuan dan penataan ulang fungsi balai pelatihan vokasi agar lebih selaras dengan kebutuhan industri masa kini.

“Indonesia melihat pengalaman sukses Turki dalam pengembangan Model Factory sebagai peluang emas untuk mengakselerasi transformasi balai pelatihan vokasi yang kita miliki. Kami ingin memperluas ruang lingkup kerja sama ini, khususnya dalam mentransfer prinsip dan metode Model Factory agar balai pelatihan kita dapat berperan ganda: mencetak SDM unggul sekaligus mendampingi UKM lokal tumbuh lebih efisien,” pungkas Yassierli, menutup pertemuan dengan optimisme akan masa depan ketenagakerjaan yang lebih baik bagi kedua bangsa.(Humas Kemnaker)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This