Sidimpuanpos.com – Di hadapan ratusan siswa dari SMP Negeri 2 Medan,Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memperkenalkan inisiatif program Satpol PP Go to School. Peluncuran program ini ditandai dengan sebuah upacara yang dilaksanakan pada hari Selasa, 3 Juni 2025, di halaman sekolah, di mana dilakukan penyematan tanda Duta Trantibum kepada para siswa.
Upacara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak dari Forkopimda Kota Medan, termasuk Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, perwakilan dari Dandim 0201/Medan, Plh Kasat Pol PP Wandro Malau, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar, serta Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Medan, Dewi Sri Indriyati Kusuma. Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menyampaikan bahwa program Satpol PP Go to School diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk menjaga ketentraman dan ketertiban di Kota Medan, dimulai dari lingkungan SMP Negeri 2.
Rico Waas menjelaskan bahwa di kota Medan, terdapat berbagai instansi yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum. Di antaranya adalah forkopimda, yang mencakup Polrestabes Medan, Kodim 0201/Medan, serta Pemko Medan melalui Satpol PP dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Semua pihak ini berperan penting dalam memastikan bahwa pendidikan di kota Medan dapat berlangsung dengan baik.
Baca Juga : Pemprov Sumut Targerkan UHC Capai 98,6% Pada Tahun Depan
“Dalam menjaga kota ini Satpol PP bertugas untuk menerapkan dan menjaga peraturan-peraturan daerah yang ada di kota Medan untuk ditegakkan dengan baik. contohnya ada hal-hal yang misalnya dalam aturan Peraturan Daerah kota Medan sudah ditetapkan tapi dilanggar maka tentunya Satpol PP yang akan turun tangan ada bangunan-bangunan liar yang tidak ada izinnya tentu inilah pekerjaan dari Satpol PP”, jelas Rico Waas seraya menambahkan ini semuanya berkoordinasi dengan TNI-POLRI untuk melakukan penjagaan-penjagaan di kota Medan.
Rico Waas mengemukakan bahwa program Satpol PP Go to School merupakan salah satu inisiatif pemerintah kota Medan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian di kalangan generasi muda mengenai pentingnya menjaga ketentraman dan ketertiban umum, baik di lingkungan sekolah maupun dalam interaksi sehari-hari di masyarakat.
“Adik-adik sekalian kita memahami pada masa sekarang tentunya adik-adik semuanya pastinya pernah mendengar anak-anak yang terlibat dalam kekerasan tawuran, narkoba, mabuk-mabukan. ini harus dijauhkan dari diri kalian tentunya ini akan menjadi perhatian kami semua agar kalian terhindar dari hal-hal yang buruk. maka dari itu mari kita jaga bersama dan mudah-mudahan niat dari Satpol PP go to school ini bisa menjaga adik-adik sekalian jauh dari hal-hal yang buruk tadi”, ujar Rico Waas.
Rico Waas menjelaskan bahwa kehadiran Satpol PP go to school merupakan implementasi nyata dari program Satpol PP yang bertujuan untuk mengedukasi para pelajar mengenai pentingnya nilai-nilai ketertiban umum dan ketentraman. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan Medan yang tertib serta lingkungan belajar yang kondusif, sejalan dengan visi menuju Indonesia emas pada tahun 2045.
“Melalui program ini diharapkan siswa dan siswi akan lebih memahami tugas dan fungsi Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum pentingnya peraturan daerah sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan juga konsekuensi pelanggaran peraturan daerah agar siswa-siswi sadar akan dampak dari pelanggaran hukum”, ucap Rico Waas
Selanjutnya, Rico Waas mengharapkan bahwa melalui program ini, para siswa dan siswi tidak hanya akan memperoleh pemahaman mengenai Satpol PP dan peraturan daerah, tetapi juga akan berperan sebagai agen perubahan yang aktif dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang tertib, aman, dan nyaman.
“Sebagai pelajar kalian tidak hanya memiliki kewajiban untuk belajar tetapi juga membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sosial. Karena itu penting bagi kalian untuk memahami ketertiban bukan hanya tugas aparat pemerintah tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat termasuk generasi muda”, sebut Rico Waas.
Rico Waas juga mengharapkan bahwa melalui program Satpol PP Go to School, para siswa dapat memahami bahwa peran Satpol PP tidak hanya terbatas sebagai penegak peraturan daerah, melainkan juga sebagai mitra dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Rico Waas meyakini bahwa masa depan Kota Medan akan ditentukan oleh generasi muda. Oleh karena itu, penting bagi siswa-siswi untuk mengisi masa muda mereka dengan kegiatan yang positif, seperti belajar dengan giat dan aktif berpartisipasi dalam organisasi. Sebaliknya, mereka harus menjauhi perilaku negatif, termasuk perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan penyalahgunaan teknologi.
Rico Waas mengingatkan kita untuk menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang nyaman, aman, dan menyenangkan. Ia mendorong setiap individu untuk berperan sebagai agen perubahan yang dapat menghadirkan energi positif di sekitarnya, serta memanfaatkan program ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan daerah.
Sebelumnya, Plh Kasat Pol PP Wandro Malau menjelaskan bahwa program Satpol PP Go to School berfungsi sebagai sarana untuk menghadapi berbagai dinamika yang dihadapi oleh generasi muda, seperti tawuran, geng motor, vandalisme, dan bullying. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk terjun langsung ke lingkungan sekolah guna memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya ketentraman dan ketertiban umum dalam masyarakat.
Lihat Juga : Sekolah Lima Hari di Sumut akan Diterapkan Tahun Ini
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Medan, Dewi Sri Indriati Kusuma, memberikan sambutan positif terhadap program Satpol PP Go to School. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya tingkat permasalahan di kalangan remaja, seperti tawuran dan bullying, yang menjadi perhatian serius saat ini.
“Kita sangat mengapresiasi dan mendukung program Satpol PP Go to School. Siswa-siswi juga menyambut dengan senang hati kegiatan ini, semoga mereka bisa memahami terkait dengan Trantibum “, ujarnya.(Saleh)


