Sidimpuanpos.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terus berupaya membantu masyarakat memulihkan perekonomian setelah bencana yang melanda sejumlah wilayah pada November 2025 lalu.
Salah satu langkah yang dilakukan BAZNAS Tapsel yakni melalui program Zakat Produktif Bergulir. Program tersebut diwujudkan dengan memberikan bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) kepada kelompok tani di Dusun Panggulangan, Kecamatan Sipirok, Jumat (25/9/2026).
Bantuan berupa bibit, pupuk dan obat-obatan itu diserahkan langsung Ketua BAZNAS Tapsel Jon Sujani Pasaribu bersama Wakil Ketua III Tua Pardomuan, staf operasional Wahyu Parondingan Siregar dan tim.
Penyerahan bantuan turut disaksikan Camat Sipirok Syahruddin Perwira Siregar, kepala lingkungan serta Ketua UPZ Sipirok Hardi Pulungan.
Melalui program tersebut, lahan sawah yang mengalami kerusakan akibat bencana dialihkan untuk budidaya jagung pipil. Lahan seluas sekitar empat hektare itu nantinya dikelola oleh sembilan petani penerima manfaat atau mustahik.
Baca Juga: Pohon Tumbang Robohkan Tiang PLN, Sejumlah Wilayah Tapsel Mengalami Pemadaman
Sebelum terdampak bencana, lahan tersebut merupakan areal persawahan produktif yang menjadi salah satu sumber penghasilan warga. Namun, kerusakan jaringan irigasi dan saluran air primer menyebabkan pasokan air ke persawahan terganggu.
Akibat kekurangan air, tanaman padi tidak dapat tumbuh secara maksimal sehingga petani mengalami gagal panen atau fuso. Kondisi itu kemudian ikut memengaruhi pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat setempat.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Tapsel memilih membantu petani mengalihkan komoditas dari padi ke jagung pipil. Komoditas tersebut dinilai lebih sesuai untuk dibudidayakan di lahan dengan kondisi keterbatasan air.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi bibit jagung pipil unggul, dolomit atau kapur pertanian untuk membantu memperbaiki kondisi tanah, serta obat-obatan dan nutrisi tanaman untuk tahap awal budidaya.
Ketua BAZNAS Tapsel Jon Sujani Pasaribu mengatakan, program zakat produktif tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS membantu masyarakat yang terdampak bencana agar dapat kembali menjalankan kegiatan ekonomi.
“BAZNAS Tapsel akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk hadir membantu masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi yang diamanahkan. Kehadiran BAZNAS di Dusun Panggulangan, Kecamatan Sipirok, merupakan ikhtiar nyata dalam memulihkan perekonomian warga pascabencana tahun lalu,” ujar Jon Sujani, Minggu (27/9/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan jaringan irigasi membuat petani menghadapi ketidakpastian dalam melanjutkan usaha pertanian mereka.
“Kami tidak ingin petani kehilangan harapan akibat rusaknya irigasi sawah,” katanya.
Bagi sembilan petani penerima manfaat, bantuan tersebut diharapkan menjadi jalan untuk kembali mengolah lahan dan memperoleh pendapatan setelah sawah mereka mengalami gagal panen.
Jon Sujani menambahkan, melalui pemberdayaan zakat produktif, BAZNAS Tapsel juga berharap para penerima manfaat secara bertahap dapat membangun kemandirian ekonomi dan pangan melalui komoditas jagung pipil.
Lihat Juga: Bupati Tapsel Resmikan Bendungan Batu Tunggal, Irigasi Kembali Aliri 200 Hektare Sawah
“Harapannya, program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat di Kecamatan Sipirok,” pungkasnya.
Salah seorang perwakilan kelompok tani menyampaikan apresiasi atas perhatian BAZNAS Tapsel terhadap kondisi petani yang terdampak bencana. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan harapan baru di tengah kondisi sawah yang tidak dapat lagi ditanami padi secara optimal.
Camat Sipirok Syahruddin Perwira Siregar juga mengapresiasi langkah BAZNAS Tapsel yang memberikan bantuan langsung kepada petani di Dusun Panggulangan.
“Kami mengapresiasi langkah BAZNAS Tapsel yang telah memberikan bantuan kepada para petani di Dusun Panggulangan. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, meningkatkan kembali pendapatan masyarakat, serta menjadi awal pemulihan ekonomi petani pascabencana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua UPZ Sipirok Hardi Pulungan berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga lahan yang sebelumnya terdampak bencana kembali produktif dan mampu membantu meningkatkan perekonomian keluarga petani. (Wan)


