‎Sidimpuanpos.com – Tarif becak di Kota Padangsidimpuan dipastikan tidak mengalami kenaikan, baik sebelum maupun setelah perayaan Tahun Baru 2026. Hal tersebut disampaikan seorang sopir becak bernama Nasution saat ditemui di kawasan Padangsidimpuan, Senin (5/1/2026).
Nasution, tukang becak kelahiran 1970-an, telah menekuni profesinya selama hampir 31 tahun. Ia mengawali pekerjaannya di wilayah Padang Bolak selama sekitar 15 tahun, kemudian melanjutkan aktivitasnya di Kota Padangsidimpuan selama kurang lebih 16 tahun hingga saat ini.
Menurut Nasution, tarif becak masih mengikuti kesepakatan antara sopir dan penumpang. Untuk rute dari Pasar menuju Padang Matinggi, ongkos yang dikenakan sebesar Rp10.000.
Baca Juga : Tarif Angkot Padangsidimpuan Tetap Stabil di Awal 2026
Namun, apabila penumpang membawa barang dalam jumlah banyak atau berukuran besar, tarif dapat bertambah sekitar Rp5.000, tergantung kondisi dan kesepakatan bersama.
Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar tukang becak lainnya tetap menerapkan tarif yang wajar. Bahkan, pada momen perayaan Tahun Baru, sejumlah penumpang memberikan tip tambahan sebagai bentuk apresiasi.
Terkait kendala, Nasution mengatakan saat ini tidak menghadapi hambatan berarti dalam pekerjaannya. Kendala terbesar sebelumnya dirasakan saat harga dan ketersediaan bahan bakar minyak mengalami kenaikan dan kelangkaan.
Lihat Juga : PPPK Tahap I dan II Resmi Dilantik di Padangsidimpuan
Nasution berharap jumlah penumpang terus meningkat dan harga bahan bakar tetap stabil, sehingga pendapatan tukang becak dapat terjaga dan aktivitas transportasi di Kota Padangsidimpuan berjalan lancar.(Fazry)


