Sidimpuanpos.com – Kawasan jalan mulai dari simpang empat Masjid Raya Al-Abror hingga simpang Kampung Jawa kini bertransformasi menjadi pusat kuliner dan perdagangan UMKM yang sangat hidup (27/01/2026).
Setiap sore hingga malam hari, deretan pedagang kecil memenuhi sisi jalan, menawarkan berbagai produk yang menghidupkan ekonomi lokal. Namun, ramainya aktivitas ini membawa dampak nyata berupa kemacetan panjang yang menjadi pemandangan rutin di jantung kota.
Para pedagang mengaku bahwa lokasi di sekitar Masjid Raya adalah tempat paling strategis karena arus massa yang tinggi.
Baca Juga : Bagas Godang Harahap Simatoktong, Warisan Sejarah di Padangsidimpuan
Hendra, Pengendara Motor: “Saya pribadi senang banyak UMKM, kota jadi hidup dan cari makanan gampang. Tapi kalau lewat sini dari arah simpang empat Al-Abror ke Kampung Jawa saat jam pulang kerja, ampun macetnya. Seringkali kendaraan parkir di badan jalan menambah sempit lajur.”
Aisyah, Warga Kampung Jawa: “Sebagai warga, kami bangga Masjid Al-Abror jadi pusat kegiatan. Tapi pengaturan parkir pembeli dan posisi dagangan harusnya lebih tertib. Kadang mau lewat saja susah sekali karena jalanan dipenuhi motor yang berhenti mendadak untuk belanja.”
Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi integratif, seperti penataan kantong parkir khusus atau zonasi waktu dagang, agar denyut nadi ekonomi UMKM tetap berdetak tanpa melumpuhkan mobilitas warga di pusat Kota Padangsidimpuan.
Lihat Juga : Puluhan Bal Ganja Ditemukan di Permukiman Warga Padangsidimpuan
Harapan warga semoga pemerintah kota Padangsidimpuan teruntuk Dishub bisa mengatur dan mendisiplinkan para pedagang yang berdagang di bahu jalan agar tidak terjadi kemacetan bagi pengendara motor ataupun warga.(Dani)


