Rabu, Oktober 14, 2026

Warga Padangsidimpuan Terjepit Krisis Air, BBM, dan Pangan

Must Read

Sidimpuanpos.com – Kota Padangsidimpuan menghadapi situasi genting setelah tiga persoalan besar berlangsung bersamaan dalam beberapa pekan terakhir: krisis air bersih, kelangkaan BBM, dan lonjakan harga bahan pokok, Selasa (2/12/2025).

Kondisi ini menekan aktivitas warga serta memicu kekhawatiran luas.

Di sejumlah titik, warga tampak mengantre membawa jeriken dan galon sejak pasokan air PDAM terhenti. Mereka terpaksa mencari sumber air alternatif yang jaraknya cukup jauh.

Baca Juga : Posko Bencana Padangsidimpuan Siaga hingga 3 Desember, Penyaluran Bantuan Sudah Maksimal Menurut Kemendagri

Dodi, salah satu warga, mengaku keluarganya hampir seminggu tidak mendapat air.

“Sudah lama sekali air PDAM tidak mengalir. Kami tidak tahu apa kendalanya. Kalau mau mandi dan masak, harus antre dari pagi. Kadang dapat airnya cuma sedikit, tidak sebanding sama tenaga yang dikeluarkan,” ungkapnya.

Warga juga menghadapi kelangkaan BBM di berbagai SPBU. Antrean kendaraan mengular sejak pukul 05.30 WIB.

Bu Ina, yang mengantre Pertalite, mengatakan, “Sudah dari jam enam saya di sini. Perut lapar, haus juga. Tapi mau bagaimana lagi motor ini dipakai untuk kerja. Kalau tidak dapat BBM, saya tidak bisa membawa barang dagangan.”

Sebagian warga beristirahat di pinggir jalan karena lamanya menunggu. Petugas SPBU menyebut keterlambatan pasokan dari depot sebagai penyebab utama.

“Kami hanya menyalurkan sesuai yang dikirim. Kalau pasokan datangnya siang atau sore, warga sudah terlanjur menumpuk dari pagi,” ujarnya.

Kelangkaan BBM turut berdampak pada sopir angkot dan ojek yang kehilangan waktu bekerja.

Di pasar, harga kebutuhan pokok seperti cabai, beras, bawang, dan minyak goreng terus merangkak naik akibat terganggunya distribusi dan pasokan dari daerah produksi.

Pedagang sayuran, Fitri, menjelaskan cepatnya perubahan harga cabai. “Hari ini cabai bisa Rp100 ribu per kilo, besok bisa turun, lusa naik lagi. Pembeli banyak yang mengeluh, tapi kami juga bingung karena pasokan sedikit,” katanya.

Pembeli bernama Juwairiah mengaku mulai menekan pengeluaran. “Sekarang saya terpaksa mengurangi bahan-bahan yang biasanya saya beli. Yang kurang penting saya lewatkan dulu. Bahkan yang penting saja saya kurangi karena harganya tidak masuk akal,” ujarnya.

Kenaikan harga membuat sebagian warga membeli bahan pokok dalam jumlah terbatas atau mencari alternatif yang lebih murah.

Tiga masalah yang terjadi bersamaan—air bersih, BBM, dan harga pangan—menambah berat beban masyarakat.

Lihat Juga : Mahasiswa UIN Syahada Padangsidimpuan Mulai Galang Dana untuk Korban Bencana Alam, Aksi Solidaritas Dapat Dukungan Warga

Banyak warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret. “Kami butuh kejelasan. Bukan hanya soal air, tapi semuanya. Pemerintah harus turun tangan,” kata seorang warga.

Masyarakat menuntut PDAM, Pertamina, dan instansi terkait untuk berkoordinasi agar pasokan air pulih, distribusi BBM stabil, serta harga kebutuhan pokok dapat dikendalikan.

Hingga berita ini diturunkan, antrean warga untuk mendapatkan air bersih dan BBM masih berlangsung, sementara aktivitas belanja di pasar tetap berjalan dengan penyesuaian dari pembeli.(AG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Cegah Penyimpangan Anggaran Pendidikan, Kejari Asahan Luncurkan Jaksa Sahabat Pendidik

Sidimpuanpos.com, ASAHAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan meluncurkan program “Jaksa Sahabat Pendidik” untuk mencegah sekaligus memberikan pendampingan terhadap kemungkinan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This