Sidimpuanpos.com — Penanganan bencana di Kota Padangsidimpuan memasuki fase akhir siaga. Posko bantuan yang dibuka sejak 25 November 2025 akan tetap beroperasi hingga 3 Desember 2025.
Sambil menunggu perkembangan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Hal ini disampaikan langsung oleh Bapak Wahyu Sahlani Saputra Sihombing, A.Md, Kasubag Perencanaan Kementerian Dalam Negeri, saat diwawancarai di Kantor Wali Kota Padangsidimpuan.
Menurut Wahyu, sejak awal bencana terjadi, pemerintah bersama tim gabungan telah mengutamakan percepatan penanganan di wilayah terdampak. Salah satu langkah cepat yang dilakukan ialah pendirian dapur umum di sejumlah titik bencana sejak 25–28 November 2025.
“Untuk Padangsidimpuan, penyaluran bantuan sudah dilakukan secara maksimal. Kami membuka dapur umum sejak tanggal 25 sampai 28. Meskipun kondisi sudah kondusif, kami tetap siaga sampai 3 Desember untuk mengantisipasi cuaca-cuaca yang masih dalam status ekstrem,” ujar Wahyu.
Baca Juga : Pasar Tradisional Sidimpuan Kian Sepi, Imbas Kelangkaan BBM
Ia menegaskan bahwa kebutuhan bantuan di Padangsidimpuan kini relatif terpenuhi. Namun jika masyarakat masih membutuhkan bantuan tambahan, terutama sembako, pemerintah tetap siap menyalurkan. Sementara itu, daerah lain yang terdampak lebih parah, seperti Batang Toru, masih memerlukan perhatian serius.
“Untuk masyarakat Padangsidimpuan, kondisinya alhamdulillah sudah lebih kondusif. Tapi kalau masih diperlukan, bantuan sembako bisa tetap disiapkan. Daerah seperti Batang Toru masih sangat membutuhkan karena dampaknya cukup berat,” jelasnya.
Meski kondisi kota relatif aman, beberapa wilayah di Padangsidimpuan tetap mencatatkan dampak cukup signifikan. Beberapa daerah yang terdampak bencana antara lain Goti, Manegen, Jalan Es Deli Kasantaroji, Melati Sebrang Kelurahan Hanopan Sibatu, dan Desa Tinjoman. Pemerintah daerah dan petugas siaga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah ini untuk memastikan tidak ada dampak susulan.
Lihat Juga : Ricky Siregar Turun Langsung Bantu Korban Banjir Tapanuli Selatan
Wahyu menambahkan, apabila hingga 3 Desember tidak ada lagi bencana lanjutan, maka posko gabungan akan resmi ditutup. Setelah itu, penanganan akan berfokus pada pemulihan dan pendataan kebutuhan jangka panjang.
“Posko ini akan ditutup besok tanggal 3 Desember 2025, kalau tidak ada bencana lanjutan. Kondisi Padangsidimpuan alhamdulillah sudah tidak separah daerah Tapsel seperti Batang Toru, Tapteng, dan Sibolga,” ujarnya.
Terkait penyaluran bantuan ke daerah yang akses jalannya terputus, Wahyu menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan jalur distribusi khusus melalui posko di Batang Toru. Upaya ini dilakukan bersama unsur gabungan seperti Basarnas, TNI, dan Polri.
“Secara teknis, di Batang Toru sudah ada posko utama. Bantuan disalurkan lewat sana, dan semuanya dikoordinasikan bersama Basarnas, TNI, dan Polri. Untuk Padangsidimpuan, alhamdulillah kondisi tidak separah itu,” terangnya.
Koordinasi lintas instansi ini memastikan bantuan tetap sampai ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau akibat longsor dan putusnya sejumlah akses jalan. Selain dukungan pemerintah, solidaritas masyarakat dan lembaga sosial juga sangat terasa. Banyak pihak yang ikut memberikan bantuan, baik secara langsung maupun melalui penggalangan dana.
“Yang menyumbang banyak seperti Bank Sumut, Karang Taruna, PLN, mahasiswa yang melakukan penggalangan dana, sampai masyarakat yang langsung datang ke lokasi bencana. Kepedulian masyarakat di sini sangat tinggi,” kata Wahyu.
Pemerintah Kota Padangsidimpuan bersama Kemendagri dan tim penanggulangan bencana akan tetap menghitung kebutuhan lanjutan dan menindaklanjuti laporan dari setiap wilayah terdampak. Jika situasi cuaca membaik hingga 3 Desember, maka posko akan beralih dari status siaga menjadi pemulihan.
Di akhir wawancara, Wahyu menegaskan bahwa pihaknya siap memperkuat koordinasi jika kondisi cuaca kembali memburuk. “Kami tetap siaga, karena cuaca masih ekstrem. Yang penting masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tutupnya. (Sry)


