Sidimpuanpos.com – Sebanyak 10.000 botol ecobrick hasil partisipasi masyarakat kini disulap menjadi Taman Ecobrick di Sopo Daganak, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Inisiatif PT Agincourt Resources (PTAR) ini berhasil mengurangi sekitar 2,5 ton sampah plastik sekaligus menumbuhkan budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai penutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Direktur Bank Sampah Yamantab, Damai Mendrofa, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah plastik rumah tangga. Jika sebelumnya plastik langsung dibuang, kini masyarakat memilah dan mengolahnya menjadi ecobrick yang dimanfaatkan untuk fasilitas publik.
Baca Juga : Patroli Malam Perkuat Rasa Aman di Padangsidimpuan
Program Ecobrick “Dari Hati untuk Bumi” yang dimulai PTAR pada 2025 ini juga memanfaatkan ecobrick sebagai penanda visual di kawasan Martabe Cocoa dan Martabe Farm.
Program ini melibatkan Bank Sampah Yamantab bersama empat bank sampah lokal, yaitu Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias. Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, menyebut Taman Ecobrick sebagai wujud penerapan ekonomi sirkular sekaligus bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama masyarakat.
Keberhasilan program ini, menurutnya, tidak hanya diukur dari jumlah ecobrick yang terkumpul, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain mendorong pengelolaan sampah, PTAR juga melibatkan masyarakat dalam pengawasan lingkungan. Sebanyak 14 anggota SMART Patrol, termasuk mantan pemburu dan penebang liar, rutin berpatroli di kawasan konservasi Aek Pahu dan Ulu Ala untuk mendokumentasikan temuan satwa liar, indikasi pembalakan, maupun aktivitas perburuan melalui aplikasi berbasis koordinat.
Lihat Juga : Operasi Sadar Pajak, Pemko Padangsidimpuan Ajak Warga Taat PKB
Pengawasan kualitas air di Sungai Batang Toru juga dilakukan bersama perwakilan warga desa sekitar tambang. Sampel air diambil setiap bulan dan diuji di laboratorium independen di Jakarta, sementara hasil pemantauan diumumkan kepada masyarakat setiap tiga bulan.
Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PTAR juga menggelar aksi bersih kawasan mangrove serta pelatihan pembuatan terumbu karang artifisial di Tapanuli Tengah yang melibatkan masyarakat dan karyawan.(Galeh)


