Sidimpuanpos.com — Presiden Direktur PT Agincourt Resources (PTAR), Muliady Sutio, membuka kegiatan Media Capacity Building 2025 dengan menegaskan komitmen kuat perusahaan terhadap praktik pertambangan berkelanjutan. Dalam pidatonya di Marianna Resort, Samosir, ia menyampaikan bahwa konsep “Living in Harmony” bukan sekadar slogan, tetapi pijakan utama dalam seluruh operasional Tambang Emas Martabe yang dikelola PTAR di Batangtoru, Tapanuli Selatan.
“Pertambangan berkelanjutan hanya mungkin jika manusia, alam, dan bisnis bisa tumbuh bersama,” ujar Muliady di hadapan puluhan jurnalis dari berbagai media di Sumatra Utara. Yang digelar PTAR, Senin (26/5/2025), kegiatan berlangsung hingga Rabu (28/5/2025).
Sejak beroperasi pada 2012, Tambang Emas Martabe telah menjadi obyek vital nasional dan meraih sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Good Mining Practice (GMP) 2024 dari Kementerian ESDM serta PROPER Hijau dua tahun berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Baca Juga : Pemkab Paluta Raih Opini WTP dari BPK Sumut
Muliady menjelaskan bahwa PTAR, sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dimiliki oleh PT Danusa Tambang Nusantara (95%) serta PT Artha Nugraha Agung (5%) yang merupakan BUMD milik Pemkab Tapanuli Selatan dan Pemprov Sumatra Utara.
Pada 2024, PTAR menyumbangkan total USD 108 juta ke negara dan daerah, dengan royalti sebesar USD 53,5 juta yang dibagi antara pemerintah pusat (20%), Provinsi Sumatra Utara (16%), serta kabupaten-kabupaten di sekitar tambang (64%).
Demi menjaga keberlanjutan, PTAR mulai menerapkan sistem pengelolaan tailings kering (dry tailings) untuk meminimalkan risiko lingkungan. Selain itu, perusahaan mengalokasikan sebagian lahannya sebagai zona konservasi dan membentuk Biodiversity Advisory Panel (BAP) yang terdiri dari ilmuwan dan praktisi konservasi guna memastikan pengawasan ilmiah terhadap ekosistem Batangtoru.
Komitmen terhadap masyarakat juga menjadi fokus. Sebanyak 76% karyawan dan kontraktor merupakan warga lokal. Tahun lalu, PTAR menggelontorkan USD 2,7 juta untuk program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), mencakup pendidikan, kesehatan, dan pelatihan tenaga kerja.
Lihat Juga : Wabup Madina Ajak IKBN DAB Aktif Cegah Penyebaran Narkoba
Dalam acara yang berlangsung hingga 28 Mei tersebut, hadir pula Rahmat Lubis (GMO & Deputy Director Operations PTAR) serta Katarina Siburian Hardono (Senior Manager Corporate Communications). Kegiatan hari pertama ditutup dengan talk show bertema “Seluk Beluk Pertambangan Berwawasan Lingkungan” yang dipandu Wisnu Nugroho dari Kompas Gramedia.
Menutup sesi Leader Insight, Rahmat Lubis menyampaikan apresiasi kepada insan media sebagai mitra penting perusahaan. “Kami terbuka pada kritik selama itu membangun dan berdasarkan fakta. Media adalah jembatan penting untuk menyampaikan kebenaran kepada publik,” tegasnya. (Pan)


