Sidimpuanpos.com – Krisis bahan bakar minyak (BBM) kembali melanda wilayah Tabagsel setelah jalur distribusi utama terputus akibat longsor dan banjir.
Kerusakan di sejumlah titik, seperti Batang Toru, Parsalakan, dan Sayur Matinggi, membuat truk pengangkut BBM tidak dapat melintas sehingga pengiriman tertunda berhari-hari dan stok di SPBU semakin menipis.
Situasi ini berdampak besar pada aktivitas ekonomi warga. Mahendra Dalimunthe, seorang tukang ojek, mengaku tidak bisa bekerja karena ketiadaan BBM.
Baca Juga : Tapsel Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
“Saya juga khawatir jika kejadian ini berlangsung panjang,” ujarnya.
Pemkab telah mengerahkan tim untuk mempercepat perbaikan jalan, namun kondisi cuaca yang belum stabil memperlambat proses tersebut.
Sementara itu, antrean panjang masih terjadi di SPBU. Akbar, seorang pengendara, mengatakan, “Saya sudah dua jam antre di SPBU dan belum mendapatkan bensin.”
Lihat Juga : BRI Peduli Ringankan Beban Korban Banjir di Tapsel
Warga pun berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas. Kelangkaan BBM yang semakin parah dalam dua hari terakhir membuat aktivitas masyarakat makin terhambat. (Adi)


