Sidimpuanpos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI dan Polri mendirikan posko tanggap darurat untuk menangani banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Sipirok pada 25 November.
Posko tersebut menjadi pusat koordinasi penyelamatan, evakuasi, distribusi bantuan, dan penanganan korban.
Menurut petugas, posko ditempatkan di lokasi aman dan mudah dijangkau warga, tepatnya di kawasan R.M Sinyarnyar, Kecamatan Sipirok, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga : Bupati Tapsel Tinjau Pengungsian Korban Longsor di Tandihat
Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan banjir, mengevakuasi warga, serta menyalurkan logistik bagi pengungsi.
Komandan Koramil 03 Sipirok, Julianto, menyatakan bahwa “posko sudah didirikan sejak 25 November lalu dan rencananya akan terus dibuka sampai masalah tuntas.”
Beberapa desa terdampak bencana antara lain Luat Lombang, Pengkolan, dan Bulu Payung.
Sementara itu, aparat kepolisian di posko mengatakan bantuan pangan yang diterima cukup banyak, namun penyalurannya terhambat.
“Penyaluran masih dilakukan secara manual yaitu dengan cara dipikul karena akses jalan yang ekstrem dan tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.
Lihat Juga : BAZNAS Tapsel–PDAM Tambusai Bantu Korban Bencana di Rianiate
Hingga kini, tercatat dua korban jiwa dan satu orang atas nama Derhana Simatupang (65) masih hilang.
Seorang warga, Aminah, menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat terbantu dengan adanya posko ini. Semoga kondisi cepat membaik dan kami bisa kembali ke rumah,” tuturnya. (AG)


