Sidimpuanpos.com – Sejumlah pelanggan listrik di Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, mengeluhkan layanan listrik yang diduga tidak stabil serta kebijakan penertiban tunggakan yang dinilai memberatkan. Keluhan ini disampaikan warga kepada wartawan pada Sabtu (2/5/2026).
Keluhan tersebut ditujukan kepada PLN Unit Layanan Sibuhuan yang disebut sering mengalami pemadaman listrik berulang dalam satu hari.
Salah seorang pelanggan berinisial AWN, warga Desa Paringgonan, mengungkapkan bahwa peralatan listrik miliknya diduga rusak akibat arus listrik yang sering mati dan menyala kembali dalam waktu singkat.
”Listrik hidup setengah jam, lalu padam. Dua menit kemudian hidup lagi. Itu terjadi berulang kali sampai puluhan kali dalam sehari,” ujarnya.
Baca Juga : 18 Tahun Palas, Jalan di Depan SMKN 1 Barumun Belum Diaspal
Keluhan serupa juga disampaikan Rosdewi, warga Ulu Barumun. la mengatakan kondisi pemadaman berulang tersebut hampir terjadi setiap hari. Namun di sisi lain, ia menilai penagihan listrik tetap dilakukan dengan ketat.
”Begitu jatuh tempo, petugas langsung meminta dilunasi. Listrik saya sempat diputus karena terlambat dua hari setelah tanggal 30, padahal sudah mau masuk bulan berikutnya,” katanya.
Sementara itu, seorang petugas pencatat meter yang enggan disebutkan namanya menyebut dirinya hanya menjalankan instruksi terkait penertiban tunggakan tanpa toleransi. “Saya diperintahkan atasan agar tidak ada toleransi bagi pelanggan yang menunggak. Kalau ada tunggakan, saya juga diminta melakukan pemutusan,” ungkapnya melalui pesan singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Tata Usaha PLN Unit Sibuhuan yang disebut berinisial A belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi melalui kantor maupun pesan singkat respon mendapat respons.
Baca Juga : Polsek Sosa Gelar Patroli Wisata, Jaga Keamanan Pengunjung
Keresahan masyarakat ini juga menarik perhatian mahasiswa di Kabupaten Padang Lawas. Salah satu mahasiswa yang tergabung dalam HMI menyatakan pihaknya berencana menyampaikan aspirasi melalui aksi. “Kami akan menyuarakan keluhan masyarakat terkait pelayanan listrik yang diduga merugikan warga,” ujarnya.(Fazry)
Sumber: AnalisaSiberNews.com


