Sidimpuanpos.com – Hamparan rumput laut yang membentang di perairan Pantai Tureloto, Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, kini bukan sekadar pemandangan pesisir. Bagi masyarakat Nias Utara, budidaya rumput laut telah menjadi sumber penghidupan baru yang mampu menggerakkan roda perekonomian keluarga.
Melihat perkembangan tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mengunjungi lokasi budidaya rumput laut, Selasa (21/7/2026). Dalam dialog bersama para pembudidaya, ia menilai komoditas tersebut memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya sebagai bahan baku, tetapi juga menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi.
“Kita melihat potensi rumput laut di sini sangat besar. Apalagi pembelinya sampai dari Kalimantan Utara. Jarak yang jauh bukan menjadi hambatan, artinya kualitas rumput laut dari Nias Utara memang memiliki daya saing,” ujar Surya.
Baca Juga : Ratusan ASN Asahan Terancam Sanksi Fake GPS
Menurutnya, potensi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Selain mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, budidaya rumput laut juga membuka peluang lahirnya industri rumahan yang menghasilkan produk olahan, seperti makanan maupun campuran minuman.
“Kita ingin usaha ini terus berkembang dengan produksi yang semakin meningkat. Ke depan, jangan hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mengembangkan produk olahan sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” katanya.
Ketua Komunitas Koalisi Bahari Konservasi Laut Indah Lestari, Yanuarman Gulo, menceritakan perjalanan kelompoknya mengembangkan budidaya rumput laut sejak 2019. Pada masa awal, tantangan terbesar yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan pembeli dalam jumlah besar.
Perubahan mulai dirasakan pada awal 2024 setelah mereka menjalin kerja sama dengan pembeli dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Selain membuka akses pasar, mitra tersebut juga berbagi pengalaman dan teknik budidaya yang telah mereka jalankan selama puluhan tahun.
“Mereka tidak hanya membeli hasil panen kami, tetapi juga memberikan pengetahuan tentang budidaya rumput laut. Bahkan mereka menilai kualitas rumput laut dari sini sangat baik,” ujar Yanuarman.
Kini, sekitar 50 warga menggantungkan penghasilan dari budidaya rumput laut. Dengan sekitar 2.500 tali budidaya sepanjang 20 meter yang ditata secara bergiliran, kelompok tersebut mampu memanen sedikitnya satu ton rumput laut kering setiap pekan.
Setelah dikeringkan, hasil panen dikumpulkan di gudang di Gunungsitoli sebelum dikirim ke Kalimantan Utara ketika jumlahnya mencapai sekitar 14 ton. Dengan tingkat kekeringan yang baik, rumput laut dapat disimpan hingga satu tahun tanpa mengalami kerusakan.a
Lihat Juga : 8,7 Kg Sabu dan 772 Vape Dimusnahkan di Asahan
Yanuarman berharap kunjungan Wagub Surya yang membawa pesan Gubernur Sumut Bobby Nasution menjadi awal dukungan pemerintah terhadap pengembangan budidaya rumput laut di Nias Utara. Menurutnya, masyarakat membutuhkan bantuan mesin boat untuk mempercepat panen, perbaikan infrastruktur jalan, serta pendampingan dan pelatihan agar mampu menjaga kualitas hasil panen hingga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.
Menanggapi harapan tersebut, Surya memastikan aspirasi masyarakat akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa peningkatan produksi harus dibarengi dengan perluasan akses pasar dan pengembangan industri hilir agar manfaat ekonomi dari komoditas rumput laut semakin dirasakan oleh masyarakat pesisir.(Ali)


