Kamis, Oktober 15, 2026

Empat Ruang Kelas Darurat Diresmikan untuk Siswa SDN 10 Linge

Must Read

Sidimpuanpos.com – Di tengah rimbunnya perbukitan Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, ada kisah kecil yang menyimpan harapan besar. Setelah berbulan-bulan menimba ilmu di bawah tenda seadanya, sebagian siswa SD Negeri 10 Linge kini akhirnya bisa merasakan bangku belajar yang lebih layak. Empat unit Ruang Kelas Darurat di Desa Jamat resmi menjadi rumah baru bagi kegiatan belajar mengajar mereka.

Momen peralihan itu ditandai dengan prosesi tepung tawar yang berlangsung penuh khidmat pada Senin (20/7/2026). Wajah-wajah lega tampak dari para siswa yang hadir, didampingi guru, perangkat desa, serta semua pihak yang telah berjibaku mewujudkan fasilitas belajar sementara tersebut.

Perjalanan panjang ini bermula dari bencana banjir yang melanda kawasan tersebut pada akhir 2025 lalu. Sejak saat itu, kegiatan belajar mengajar terpaksa dijalankan di dua lokasi terpisah, Tenda 01 di Desa Reje Payung dan Tenda 02 di Desa Jamat, sebuah upaya agar siswa dari kedua desa tetap bisa menjangkau tempat belajar tanpa harus menempuh jarak yang terlalu jauh.

Baca Juga : Musywil IPM Sumut, Kader Diajak Jadi Agen Perubahan

Kini, dengan hadirnya empat unit ruang kelas darurat, siswa yang sebelumnya belajar di Tenda 01 sudah bisa merasakan suasana belajar yang lebih aman dan nyaman. Sayangnya, cerita berbeda masih dialami rekan-rekan mereka di Tenda 02, yang untuk sementara waktu masih harus bersabar mengikuti pelajaran di bawah tenda sembari menanti pembangunan fasilitas serupa.

Kepala SDN 10 Linge, Nurdin, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Dalam pandangannya, dukungan dari berbagai pihak menjadi penopang penting agar hak anak-anak untuk terus belajar tidak terhenti, meski di tengah proses pemulihan pascabencana yang belum sepenuhnya usai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen, MDMC Muhammadiyah, Dinas Pendidikan Aceh, dan sejumlah instansi terkait yang telah berkontribusi dalam pembangunan ruang kelas darurat ini,” ungkap Nurdin, Selasa (21/7/2026).

Ia menceritakan, sekolah sebenarnya telah mengajukan usulan pembangunan tujuh unit ruang kelas darurat bagi siswa Tenda 01, ditambah empat unit untuk Tenda 02. Namun hingga kini, baru empat unit yang berhasil terwujud dan dinikmati oleh para siswa yang sebelumnya menempati Tenda 01.

Lihat Juga : Kapolres Padangsidimpuan: Jangan Beri Ruang Peredaran Narkoba

“Kami tetap bersyukur. Setidaknya anak-anak yang sebelumnya belajar di Tenda 01 sekarang dapat mengikuti pelajaran dengan lebih nyaman dibandingkan ketika masih berada di tenda,” tuturnya penuh syukur.

Di sisi lain, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga seluruh mitra terkait, agar penyediaan ruang kelas darurat bagi siswa di Tenda 02 dapat segera dipercepat. Penanganan ini perlu dilakukan secara terukur, dengan memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan keberlangsungan proses belajar mengajar, mengingat kondisi tenda yang kerap terasa menyengat panas ketika siang hari tiba.(Satgas PRR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This