Sidimpuanpos.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian rabies dengan menggelar vaksinasi rabies secara massal di Lingkungan II Siopat-Opat, Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Angkola Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan World Rabies Day 2026 yang diperingati setiap 28 September. Pelaksanaan vaksinasi juga dilakukan secara serentak di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya mendukung target Sumut bebas rabies pada 2030.
Vaksinasi massal di Tapian Nauli dibuka langsung Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Tapsel Irmansyah Siregar, Inspektur Daerah Hamdy S. Pulungan, Kepala Dinas Pertanian M. Taufik Batubara, Kepala Dinas Perikanan Syaiful Nasution, Danramil Siais Kapten AH Sirait, Kepala Puskesmas Simarpinggan dr. Aspasia Limbong, dokter hewan, paramedik veteriner, lurah, kepala lingkungan, tokoh masyarakat dan warga.
Baca Juga: Gangguan Jaringan di Pasir Matogu, Sejumlah Wilayah Padangsidimpuan dan Tapsel Padam
Bupati Gus Irawan mengatakan, pencegahan rabies tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan tenaga kesehatan hewan, tenaga kesehatan manusia serta masyarakat.
Menurutnya, vaksinasi merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah risiko penularan rabies melalui gigitan hewan penular rabies (HPR).
“Yang paling baik adalah mencegah. Vaksin ini merupakan upaya pencegahan yang harus kita lakukan,” tegasnya.
Gus Irawan juga meminta Dinas Pertanian memastikan persediaan vaksin rabies tetap tersedia sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan vaksinasi bagi hewan peliharaannya.
“Pastikan stok vaksin rabies jangan sampai kosong di Tapsel. Kita cari ke mana pun, karena ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Pemkab Tapsel, lanjutnya, menargetkan daerah tersebut dapat mencapai status bebas rabies pada 2029. Target tersebut satu tahun lebih cepat dibandingkan target Provinsi Sumatera Utara pada 2030.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman rabies dan terus meningkatkan perhatian terhadap kesehatan hewan peliharaan.
“Jangan anggap remeh rabies. Tolong betul-betul sayangi keluarga kita. Pencegahan harus kita lakukan bersama,” pesannya.
Kepala Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara menyebutkan, sebanyak 300 dosis vaksin rabies dialokasikan untuk pelaksanaan vaksinasi di Kelurahan Tapian Nauli.
Selain itu, sekitar 1.300 dosis vaksin juga disiapkan untuk digunakan dalam kegiatan vaksinasi di sejumlah kecamatan lainnya.
Pelaksanaan vaksinasi berlangsung mulai 25 hingga 28 September 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan World Rabies Day.
Taufik menjelaskan, vaksinasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Tapsel mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menuju daerah bebas rabies pada 2030.
“Pencegahan dini yang dilaksanakan adalah vaksinasi. Karena itu, seluruh kabupaten/kota melaksanakan vaksinasi rabies ini,” jelasnya.
Pelayanan vaksinasi tidak hanya dipusatkan di satu lokasi. Dinas Pertanian juga memperluas pelayanan ke sejumlah wilayah dengan melibatkan dokter hewan dan paramedik veteriner.
Selain vaksinasi, upaya pengendalian rabies juga dilakukan melalui edukasi masyarakat, penyediaan vaksin serta penguatan pelayanan kesehatan hewan dan manusia.
Sementara itu, Dokter Hewan Dinas Pertanian Tapsel dr. Hartini mengatakan, saat ini terdapat lima dokter hewan yang mendukung pelayanan kesehatan hewan, terutama dalam penanganan hewan penular rabies.
Ia menjelaskan, sejumlah hewan dapat menjadi penular rabies, di antaranya anjing, kucing, kelelawar dan kera. Karena itu, hewan yang berisiko perlu mendapatkan vaksinasi secara rutin.
“Kalau ada hewan penular rabies, seperti anjing dan kucing, pencegahannya dilakukan dengan vaksinasi rabies. Vaksinnya tersedia di Dinas Pertanian,” jelasnya.
Dinas Pertanian Tapsel juga telah melaksanakan vaksinasi di beberapa kecamatan. Tenaga paramedik veteriner ditempatkan di sejumlah wilayah, termasuk Marancar, Angkola Selatan, Tano Tombangan Angkola, Muara Batang Toru, Angkola Sangkunur dan Batangtoru.
Bagi warga yang mengalami kesulitan membawa hewan peliharaan ke lokasi vaksinasi, petugas juga menyediakan layanan secara langsung ke rumah.
“Kalau masyarakat kesulitan membawa hewan ke lokasi vaksinasi, kami siap melakukan pelayanan secara door to door,” katanya.
Lihat Juga: Polisi Tangkap Pria Bawa 26 Ball Ganja di Pijorkoling, Beratnya Capai 10 Kilogram
Kepala Puskesmas Simarpinggan dr. Aspasia Limbong turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies serta tindakan yang perlu dilakukan apabila seseorang digigit hewan yang dicurigai sebagai HPR.
Ia mengatakan, rabies merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Anjing, kucing, kelelawar dan kera termasuk hewan yang dapat menjadi sumber penularan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan perubahan perilaku hewan, seperti menjadi agresif secara tidak biasa, tidak mau makan atau minum, menghindari cahaya dan cenderung bersembunyi di tempat gelap.
Apabila terjadi gigitan, warga diminta segera mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir sebelum mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
“Yang pertama, luka gigitan segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir, kemudian hubungi petugas kesehatan terdekat agar dapat dinilai dan ditentukan penanganan selanjutnya,” jelasnya.
Masyarakat juga diingatkan tidak sembarangan mendekati maupun menangani hewan yang dicurigai terjangkit rabies.
Anggota DPRD Tapsel Irmansyah Siregar mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi massal tersebut. Ia menilai program tersebut penting untuk memberikan perlindungan terhadap hewan peliharaan sekaligus mengurangi risiko penularan kepada masyarakat.
Ia mengajak warga memanfaatkan pelayanan vaksinasi yang telah disediakan pemerintah.
“Dengan adanya vaksinasi rabies ini, mudah-mudahan hewan peliharaan kita dapat terlindungi dan risiko penularan rabies kepada masyarakat dapat dicegah,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Kelurahan Tapian Nauli, Haolopan Sipahutar, juga mengapresiasi program tersebut. Ia berharap masyarakat ikut berpartisipasi dengan memanfaatkan layanan vaksinasi yang disediakan pemerintah.
“Program pemerintah ini sangat baik untuk mencegah penyakit rabies. Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dan memanfaatkan vaksinasi ini,” katanya. (Wan)


