Sidimpuanpos.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu turun langsung ke sejumlah desa untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan warga.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Gus Irawan bersama Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, sejumlah pimpinan OPD, unsur Forkopimcam dan anggota DPRD Tapsel mendatangi sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Angkola Selatan dan Kecamatan Angkola Sangkunur, Minggu (27/9/2026).
Kunjungan itu dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah, menyerap aspirasi warga serta melihat secara langsung berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Gus Irawan mengatakan, turun langsung ke desa merupakan bagian penting dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan. Hal itu semakin diperlukan karena kondisi fiskal daerah yang terbatas dan pemerintah masih melakukan pemulihan setelah bencana.
Baca Juga: ESDM Ingatkan Warga Tapsel, Tambang Tanpa Izin Bisa Berujung Sanksi Hukum
“Kami bersepakat paling tidak setiap dua minggu pada akhir pekan turun ke desa-desa bersama Pak Kapolres. Selain mengecek program kegiatan yang berlangsung pada tahun berjalan, kami juga ingin melihat langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Gus Irawan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati meninjau berbagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor perikanan, pertanian hingga pemberdayaan ekonomi.
Di Desa Sibongbong, Kecamatan Angkola Selatan, Gus Irawan menyerahkan sekaligus menebar sebanyak 15.500 ekor benih ikan untuk mendukung pengembangan Lubuk Larangan yang dikelola masyarakat melalui Pokmaswas Naposo Nauli Bulung (NNB) Sibongbong.
Benih yang ditebar terdiri dari ikan jurung, mas, tawes, baung dan gurami. Selain itu, Pokmaswas Rap-Rim Sibongbong juga menerima 14.500 ekor bibit ikan untuk dikelola di kawasan sungai.
Menurut Gus Irawan, keberadaan Lubuk Larangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah ikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem sungai serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Bukan hanya ikannya yang harus dijaga, tetapi hulunya juga. Jangan membuang sampah ke sungai dan jangan menangkap ikan dengan cara yang merusak. Kalau ekosistemnya kita jaga, ikan berkembang dan pada akhirnya manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat,” tegasnya.
Bupati kemudian membuka Lubuk Larangan Nurul Falah di Garonggang, Lingkungan I Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan.
Lubuk Larangan tersebut telah berjalan sejak awal 2006 dan disebut telah memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung penyediaan lahan untuk fasilitas publik.
Gus Irawan mengatakan pengembangan Lubuk Larangan sejalan dengan program Seribu Kolam yang dijalankan Pemkab Tapsel untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan produksi perikanan daerah.
Selain sektor perikanan, Bupati juga melihat langsung kegiatan pertanian di Desa Aek Natas.
Di lokasi tersebut, Gus Irawan menyaksikan penyerahan bantuan sebanyak 500 kilogram benih padi varietas Gamagora untuk lahan sekitar 20 hektare.
Bantuan benih tersebut merupakan bagian dari program yang bersumber dari APBD untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
Bupati meminta para penyuluh pertanian lapangan (PPL) memberikan pendampingan kepada petani agar bantuan yang diberikan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan.
Ia juga mendorong penerapan pola rotasi tanaman padi dan jagung pada lahan yang mengalami keterbatasan ketersediaan air.
Lihat Juga : BSI Perluas Layanan Keuangan Syariah, Siapkan KFO Gadai di Padangsidimpuan
“Kalau air cukup, kita tanam padi. Ketika musim kemarau dan kondisi air memungkinkan untuk jagung, kita dorong jagung. Dengan rotasi tanaman, lahan tetap produktif dan pendapatan petani bisa meningkat,” jelasnya.
Upaya tersebut menjadi perhatian pemerintah menyusul bencana banjir bandang pada 25 November tahun lalu yang berdampak terhadap lebih dari 3.000 hektare sawah di Tapsel hingga mengalami gagal panen atau puso.
Bupati juga mendorong lahan yang belum bisa kembali ditanami padi akibat kerusakan jaringan irigasi agar tetap produktif dengan menanam jagung.
Dalam kunjungan itu, Gus Irawan turut menyoroti persoalan ekonomi masyarakat yang selama ini berkaitan dengan aktivitas penambangan tanpa izin.
Ia menegaskan, penertiban aktivitas tersebut harus dibarengi dengan penyediaan alternatif mata pencaharian bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan pertambangan.
Sejumlah pilihan usaha yang didorong Pemkab Tapsel di antaranya peternakan ayam petelur, perikanan, pertanian jagung serta usaha produktif lainnya yang disesuaikan dengan potensi masing-masing desa.
“Yang kita dorong adalah masyarakat berhijrah dari pekerjaan yang melanggar hukum menuju usaha yang legal, produktif dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga,” katanya.
Untuk mendukung usaha masyarakat, Pemkab Tapsel juga mendorong akses permodalan melalui KUR Bank Sumut dan zakat produktif Baznas bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Rangkaian kunjungan Bupati bersama jajaran juga mencakup peninjauan perbaikan jembatan gantung di Desa Sibongbong serta Huntap Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan.
Sementara di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, tiga kelompok usaha bersama mendapatkan bantuan masing-masing sebanyak 11.500 ekor bibit ikan untuk dikembangkan melalui usaha perikanan berbasis masyarakat.
Gus Irawan mengatakan kunjungan langsung ke desa diperlukan agar pemerintah tidak hanya menerima informasi berdasarkan laporan administrasi, tetapi dapat melihat kondisi masyarakat secara nyata.
Ia menegaskan kegiatan turun ke lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan program pemerintah benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita melihat langsung kondisinya, mendengar aspirasi masyarakat, kemudian menentukan apa yang menjadi prioritas,” pungkasnya. (Wan)


