Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu melepas 19 peserta Diklat Laskar Gerindra Kabupaten Tapsel yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan di Sibolangit, Sumatera Utara.
Pelepasan tersebut berlangsung dalam acara makan malam bersama di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Tapsel, Sipirok, Kamis (1/10/2026) malam.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPC Partai Gerindra Tapsel yang juga Wakil Ketua DPRD Tapsel Abdul Basit Dalimunthe, jajaran pengurus DPC, anggota Fraksi Gerindra DPRD Tapsel serta para peserta Diklat.
Abdul Basit mengatakan, 19 peserta yang diberangkatkan merupakan perwakilan dari unsur anggota DPRD dan DPC Gerindra Tapsel. Seluruh peserta juga telah mengikuti proses pemberkasan dan tercatat dalam sistem pendaftaran Diklat.
Menurutnya, jumlah pendaftar secara nasional cukup tinggi hingga sempat menyebabkan kendala pada sistem pendaftaran. Dari lebih 1.200 pendaftar, kuota yang tersedia hanya 523 peserta, sehingga Tapsel mendapat kesempatan mengirimkan 19 peserta.
Baca Juga: MUI Tapsel Satukan Ormas Islam, Gus Irawan Dorong Perkuat Ukhuwah dan Lawan Penyakit Sosial
Ia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh nantinya dapat memperkuat proses kaderisasi Gerindra di Tapsel.
Sementara itu, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi DPC Gerindra Tapsel dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan keberangkatan para peserta.
Ia berpesan agar ke-19 peserta mengikuti Diklat dengan sebaik-baiknya sekaligus menjaga nama baik Tapsel selama mengikuti pelatihan.
“Selamat kepada 19 peserta yang akan mengikuti Diklat Laskar Gerindra. Ikuti pendidikan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga setelah kembali nanti dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam membangun bangsa dan daerah,” pesan Gus Irawan.
Menurut Gus Irawan, pendidikan dan kaderisasi merupakan bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki wawasan, kedisiplinan serta pemahaman terhadap kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.
Ia juga mengingatkan agar kader tidak hanya hadir ketika momentum politik atau Pemilu berlangsung. Kaderisasi, katanya, harus dilakukan secara berkelanjutan agar kapasitas dan komitmen kader dapat teruji melalui keterlibatan nyata di tengah masyarakat.
“Jangan hanya hadir ketika momentum Pemilu. Kaderisasi harus dilakukan lebih awal dan berkelanjutan. Dengan waktu yang panjang, kader akan teruji dan semakin matang dalam menjalankan tugas pengabdian,” ujarnya.
Gus Irawan juga mendorong para kader memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, kader tidak cukup hanya menyampaikan kritik, tetapi juga harus mampu menawarkan solusi serta mengawal program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau kita memberikan kritik, jangan asal bunyi. Harus memahami persoalannya dan memberikan solusi. Begitu juga ketika ada program yang berpihak kepada masyarakat, harus kita kawal dan jelaskan dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, kader di daerah memiliki peran penting dalam menjembatani informasi pembangunan kepada masyarakat, termasuk program peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengurangan kemiskinan, pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memahami berbagai program pembangunan secara utuh sehingga tidak mudah terjadi kesalahpahaman.
Gus Irawan berharap Diklat Laskar Gerindra dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat pengabdian di tengah masyarakat.
“Manfaatkan momentum ini untuk belajar. Setelah kembali, saya berharap semangatnya semakin tinggi untuk hadir di tengah masyarakat, membangun daerah dan bangsa, serta membawa nama baik Tapsel,” ungkapnya.
Ke-19 peserta dijadwalkan berangkat menuju Sibolangit untuk mengikuti Diklat Laskar Gerindra yang dimulai Jumat (2/10/2026).
Kegiatan pelepasan ditutup dengan doa bersama dan makan malam sebagai bentuk kebersamaan sebelum para peserta mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan. (Wan)


