Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Ajakan itu disampaikan Gus Irawan saat menghadiri sekaligus membuka Silaturahim dan Koordinasi Antar Ormas Islam se-Kabupaten Tapsel yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tapsel di Aula Kantor MUI Tapsel, Jumat (2/10/2026).
Mengusung tema “Tapsel Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menyelaraskan program antara pemerintah (umara), ulama dan seluruh elemen keumatan.
Kegiatan dihadiri Wakil Ketua I MUI Tapsel Zulfahmi, Wakil Ketua II Nurfin Sihotang, Wakil Ketua III Jon Sujani Pasaribu, Sekretaris Umum Amsaruddin Harianja serta Ketua Bidang Infokomdigi Asep Safaat Siregar.
Baca Juga: Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemko Padangsidimpuan Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana
Forum tersebut juga diikuti pimpinan dan perwakilan 15 lembaga keagamaan serta ormas Islam se-Tapsel, di antaranya NU, Muhammadiyah, Al Jam’iyatul Washliyah, Baznas, BWI, DMI, FKUB, BSPTS, FKDT, BKMT, ‘Aisyiyah, Muslimat NU, IPHI, BKPRMI dan IPQAH.
Dalam kesempatan itu, Gus Irawan menegaskan bahwa ormas Islam memiliki peran penting dalam membentengi masyarakat dari berbagai persoalan sosial, khususnya penyalahgunaan narkoba, judi online dan jeratan rentenir.
“Pemerintah Kabupaten Tapsel saat ini tengah fokus menangani tiga persoalan krusial tersebut. Kita ingin memastikan masyarakat terbebas dari ancaman narkoba, judi online dan jebakan rentenir,” tegasnya.
Menurut Gus Irawan, persoalan tersebut tidak cukup ditangani hanya oleh pemerintah. Peran tokoh agama, ormas Islam dan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Selain melalui pendekatan sosial dan keagamaan, Pemkab Tapsel juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat sebagai salah satu upaya mencegah warga terjerat praktik pinjaman yang memberatkan.
Optimalisasi lahan pertanian dan pengembangan ekonomi kerakyatan menjadi langkah yang didorong pemerintah. Upaya tersebut diperkuat melalui akses permodalan, di antaranya KUR Berkah bunga nol persen dari Bank Sumut serta penyaluran zakat produktif melalui Baznas Kabupaten Tapsel.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Tapsel Ali Sati Rangkuti mengatakan, konsolidasi antarormas Islam tersebut bertujuan merawat persatuan sekaligus memperkuat sinergi dalam berbagai program dakwah, sosial dan ekonomi umat.
Menurutnya, kolaborasi antarorganisasi keagamaan diperlukan untuk menjaga kondusivitas daerah sekaligus memastikan berbagai program keumatan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Melalui forum ini, seluruh elemen keumatan didorong untuk terus memperkuat koordinasi dan mengawal program-program keumatan secara bersama, sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan Tapsel yang lebih sejahtera dan religius,” tegasnya. (Wan)


