Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Potensi perikanan air tawar di Kabupaten Tapanuli Selatan kembali menunjukkan peluang untuk berkembang dan menjangkau pasar lintas provinsi. Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Amphibi yang berlokasi di Desa Padanglancat Sisoma, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengirimkan sebanyak 10.000 ekor bibit ikan jurung ke Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (10/10/2026).
Pengiriman bibit ikan berukuran 5–8 sentimeter tersebut menjadi langkah untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus menunjukkan bahwa usaha perikanan berbasis potensi lokal memiliki peluang untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Pimpinan P2MKP Amphibi yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Padanglancat Sisoma, Marihot Anton Sihombing, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru, atas kerja sama dalam mendukung pelestarian lingkungan perairan, termasuk melalui kegiatan pelepasliaran ikan jurung ke sejumlah sungai.
Menurut Marihot, kolaborasi antara masyarakat, lembaga pelatihan, dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem sungai sekaligus membuka peluang pengembangan sektor perikanan yang produktif dan berkelanjutan.
Pengiriman 10.000 ekor bibit ikan jurung ke Pekanbaru dengan harga Rp7.000 per ekor memiliki nilai transaksi sekitar Rp70 juta. Hal ini menggambarkan potensi pasar yang dapat dikembangkan apabila ketersediaan bibit, kualitas produksi, dan jaringan pemasaran dikelola secara profesional.
Sebelumnya, P2MKP Amphibi juga telah mengirimkan sebanyak 2.000 ekor bibit ikan jurung ke Kota Padangsidimpuan. Perluasan distribusi tersebut menunjukkan bahwa produk perikanan dari Tapanuli Selatan berpeluang menjangkau konsumen yang lebih luas, tidak hanya di daerah sendiri, tetapi juga di luar Sumatera Utara.
Dari sisi budidaya perikanan, keberhasilan distribusi bibit tidak hanya ditentukan oleh jumlah ikan yang dikirim, tetapi juga oleh kualitas kesehatan, tingkat adaptasi, dan penanganan selama pengangkutan. Bibit ikan berukuran 5–8 sentimeter membutuhkan pengelolaan kualitas air, ketersediaan oksigen, kepadatan muatan, serta pengendalian suhu yang sesuai agar risiko kematian selama perjalanan dapat diminimalkan.
Oleh karena itu, penerapan prosedur pengangkutan yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga kelangsungan hidup ikan hingga tiba di lokasi tujuan. Langkah ini juga mendukung kepercayaan pembeli dan keberlanjutan usaha pembenihan ikan air tawar.
Tidak hanya berorientasi pada usaha, P2MKP Amphibi juga berperan sebagai tempat pembelajaran dan pengembangan keterampilan generasi muda. Lembaga ini menjadi lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa SMK Negeri 3 Pariaman, SMK Negeri 1 Angkola Sangkunur, dan SMK Negeri 1 Lumut.
Melalui kegiatan praktik tersebut, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung berbagai aspek pengelolaan perikanan, mulai dari pemeliharaan bibit, pengelolaan kualitas air, penanganan ikan, hingga proses distribusi dan pemasaran. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan teknis serta menghubungkan teori pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam pendidikan vokasi, keterlibatan siswa dalam kegiatan perikanan juga memiliki peran penting untuk membangun kompetensi, kedisiplinan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan. Sektor perikanan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga mampu mengelola usaha, menjaga mutu produk, menghitung biaya produksi, dan melihat peluang pasar.
Lihat Juga: PLTA Batangtoru Siap Perkuat Pasokan Listrik Sumatra dengan Teknologi dan Infrastruktur
Kehadiran siswa dari berbagai sekolah di P2MKP Amphibi menjadi ruang pembelajaran yang dapat memperluas wawasan mereka mengenai prospek ekonomi sektor kelautan dan perikanan. Dengan pendampingan yang tepat, kegiatan PKL diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Marihot Anton Sihombing berharap sinergi dengan PT Agincourt Resources serta dukungan berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Pengiriman 10.000 ekor bibit ikan jurung ke Pekanbaru, distribusi sebelumnya ke Padangsidimpuan, serta keterlibatan peserta didik dari sejumlah sekolah menjadi bagian dari upaya membangun sektor perikanan yang produktif, edukatif, dan berdaya saing.
Ke depan, pengembangan usaha pembenihan yang berkualitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pasar, dan komitmen terhadap kelestarian sungai diharapkan dapat menjadikan P2MKP Amphibi sebagai salah satu penggerak ekonomi perikanan lokal. Dari Batangtoru menuju Pekanbaru, potensi daerah diharapkan terus berkembang melalui kerja sama, inovasi, dan pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.(galeh)


